Selasa, 10 November 2015

Job Desk

halooo kawaaaan.....

Ini adalah 3 pekerjaan yang saya sukai beserta job desk nya .... cekidot hehehe 

1. Psikolog
Menjadi psikolog merupakan sebuah hal yang lazim digeluti oleh orang yang memang mendalami ilmu psikologi. Seseorang yang memiliki berbagai masalah dapat berkonsultasi dengan para psikolog.
Lalu, apakah psikolog itu? Apa yang mereka lakukan sebagai bagian dari pekerjaan mereka? Yuk, kita pelajari fakta menarik dan informasi untuk mempelajari tentang karier di bidang psikolog, seperti dilansir dari Science Kidz, Rabu (26/11/2014).
- Psikologi melibatkan studi tentang pikiran.
- Para ahli yang mengkhususkan diri dalam berbagai bentuk psikologi dikenal sebagai psikolog.
- Pelajaran penting yang berkaitan dengan psikologi terdiri dari bahasa Inggris, kimia, biologi, matematika, dan statistik.
- Psikolog biasanya memiliki kesabaran, kasih sayang, pemahaman yang baik tentang orang dan keterampilan komunikasi yang baik.
- Kebanyakan peran sebagai psikolog memerlukan gelar master atau doktor.
- Profesi psikolog sering dikaitkan dengan konseling.
- Psikolog dapat mengkhususkan diri dalam sejumlah bidang yang berbeda, sehingga karier sebagai psikolog berbagai macam, seperti psikolog medis, psikolog perilaku, psikolog pendidikan, psikolog kesehatan, psikolog forensik, psikolog sosial, dan banyak lagi. 
- Sebuah pekerjaan sebagai psikolog mungkin melibatkan kegiatan mengamati pasien, mengembangkan pengobatan, konseling kelompok dan individu, administrasi tes psikologi, perencanaan program pendidikan, menulis laporan dan melakukan penelitian.
- Psikolog dan psikiater memiliki nama serupa dan keduanya bekerja untuk meringankan depresi dan stres mental, tetapi ada perbedaan penting. Psikiater merupakan dokter medis dan dapat memberikan resep obat sebagai bagian dari pengobatan mereka, sementara psikolog terutama menggunakan konseling untuk membantu pasien mereka. Mereka juga memiliki pelatihan yang berbeda dan latar belakang pendidikan.

2. Human Resource Departement

    Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia atau dalam bahasa inggris disebut HRD atau human resource department.
Menurut A.F. Stoner manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.
1. Merencanakan, mengembangkan dan mengimplementasikan strategi di bidang pengelolaan dan pengembangan SDM (termasuk perekrutan dan pemilihan kebijakan/ practices, disiplin, keluhan, konseling, upah dan peryaratannya, kontrak-kontrak, pelatihan dan pengembangan, perencanaan suksesi, moril dan motivasi, kultur dan pengembangan sikap dan moral kerja, manajemen penimbangan prestasi dan hal seputar manajemen mutu – dan lain-lain (ditambahakan selama masih relvean)
2. Menetapkan dan memelihara sistem yang sesuai untuk mengukur aspek penting dari pengembangan HR.
3. Memonitor, mengukur dan melaporkan tentang permasalahan, peluang, rencana pengembangan yang berhubungan dengan SDM dan pencapaiannya dalam skala waktu dan bentuk / format yang sudah disepakati.
4. Mengelola dan mengendalikan pembelanjaan SDM per departemen sesuai anggaran-anggaran yang disetujui.
5. Mengatur dan mengembangkan staf langsung (yang melakukan direct report kepadanya).
6. Bertindak sebagai penghubung (liaison) dengan para manajer functional / manajer department yang lain agar memahami semua aspek-aspek penting dalam pengembangan SDM, dan untuk memastikan mereka telah mendapatkan informasi yang tepat dan mencukupi tentang sasaran, tujuan / obyektif dan pencapaian-pencapaian dari pengembangan SDM.
7. Memelihara kesadaran dan pengetahuan tentang teori pengembangan HR yang sesuai zaman dan metoda-metoda dan menyediakan penafsiran yang pantas untuk para direktur, para manajer dan staf di dalam organisasi.
8. Berperan untuk evaluasi dan pengembangan strategi pengelolaan SDM dan kinerja dalam pengimplementasian strategi tersebut, dengan bekerja sama dengan tim eksekutif.
9. Memastikan setiap aktivitas mempunyai benang merah serta terintegrasikan dengan persyaratan-persyaratan organisasi (organizational requirements) untuk bidang-bidang manajemen mutu, kesehatan dan keselamatan kerja, syarat-syarat hukum, kebijakan-kebijakan dan tugas umum kepedulian lingkungan.
10. Jika merupakan jabatan direktur formal, Melaksanakan tanggung-jawab dari seorang direktur utama / Board of Director (BOD) menurut patokan-patokan etis dan hukum yang berlaku, seperti yang tuangkan di dalam kebijakan direktur atau dokumen standar (lain) yang biasa digunakan.
3. Guru pendamping ABK 
     Guru pendamping memegang peranan penting dalam membantu tidak hanya pada perkembangan akademik tetapi juga non akademik, seperti : perkembangan sosialisasi, komunikasi, perilaku, motorik dan perkembangan keterampilan hidup sehari-hari.
Guru pendamping dapat dimaknai sebagai orang dewasa yang membantu dan mengarahkan anak berkebutuhan khusus (special needs children) khususnya anak yang terdiagnosis ASD (Autism Spectrum Disorder), ADD / ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder, Dyspraxia (Motor Planning Disorders), Dyslexia (Kesulitan Berbahasa dan Mengeja), Down syndrome (Penurunan Kognitif dan Fisik) dan Underachiever (anak berbakat yang kurang ditumbuh-kembangkan atas potensi yang dimilikinya), dalam hal akademik dan non akademik di lembaga sekolah inklusif maupun sekolah reguler. Peran guru pendamping diharapkan dapat melatih kemampuan yang dimiliki anak berkebutuhan khusus (special needs children) untuk lebih optimal dan fungsional.

Beberapa peranan guru pendamping menurut Skjorten dkk, dalam Pengantar Pendidikan Inklusif (2003) yaitu :
1.      Mendampingi guru kelas dalam menyiapkan kegiatan yang berkaitan dengan materi belajar.
2.      Mendampingi anak berkebutuhan khusus (special needs children) dalam menyelesaikan tugasnya dengan pemberian instruksi yang singkat dan jelas.
3.      Memilih dan melibatkan teman seumur untuk kegiatan sosialisasinya.
4.      Menyusun kegiatan yang dapat dilakukan di dalam kelas maupun di luar kelas.
5.      Mempersiapkan anak berkebutuhan khusus (special needs children) pada kondisi rutinitas yang berubah positif.
6.      Menekankan keberhasilan anak berkebutuhan khusus (special needs children) dan pemberian reward yang sesuai dan pemberian konsekwensi terhadap perilaku yang tidak sesuai.
7.      Meminimalisasi kegagalan anak berkebutuhan khusus (special needs children)
8.      Memberikan pengajaran yang menyenangkan kepada anak berkebutuhan khusus (special needs children)
9.      Menjalankan individual program pembelajaran yang terindividualkan (PPI).



























Tidak ada komentar:

Posting Komentar