Selasa, 22 April 2014

TUGAS SOFTSKILL (DICAMPUR DALAM FILE INI)


Matematika & Ilmu Alamiah Dasar
Jurusan Psikologi


MINGGU KE 3
BAB 2
RUANG LINGKUP IPA

A.Tentang Alam Semesta Dan Isinya Baik Mikrokosmos Maupun Makrokosmos

a.   Alam Semesta

Pengertian alam semesta mencakup mikrokosmos dan makrokosmos. Mikrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat kecil. Sedangkan makrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat besar.

b.   Mengenal Alam Semesta Dan Isi Alam Semesta
   
1.   Mengenal Alam Semesta

a)   Mikrokosmos

Mikroskop yang mempunyai perbesaran seribu kali dapat dipergunakan untuk mengamati Euglena. Euglena ialah organisme bersel tunggal dan dapat diambil sebagai contoh dari prilaku sel dan sebagai suatu kesatuan. Dari organisme ini ternyata dapat diterapkan pada organisme tinggkat tinggi seperti manusia, sehingga proses kehidupan dapat dipelajari. Mempelajari mikrokosmos benar-benar menakjubkan karena dalam ukuran yang sangat kecil.  Kenyataan awal kehidupan yang di pelajari pada mikrokosmos sama menariknya dalam dunia makrokosmos yang berukuran sangat besar  sebagai awal perkenalan untuk alam semesta.

b)   Makrokosmos

Setelah Galilie (1564-1642) menemukan teleskop, makin banyak benda langit ditemukan. Teleskop refraktor yang di temukannya mampu menjadikan mata manusia lebih tajam dalam mengamati benda langit yang tidak bisa diamati melalui mata telanjang. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi lima abad yang lalu membawa manusia untuk memahami benda-benda langit yang terbebas dari selubung mitologi.

Keindahan benda langit sangat menarik perhatian, sehingga banyak teori yang telah dikemukakan oleh para ilmuwan mengenai cara terbentuknya tata surya. Pada awal abad 20 salah satu teori menyatakan bahwa planet-planet terbentuk dari sebagian bahan matahari yang terlempar keluar yang disebabkan oleh adanya bintang lain yang bergerak mendekati matahari. Akibatnya terjadi gaya tarik antara matahari dengan bintang-bintang. Dari gaya tarik-menarik inilah yang menyebabkan sebagian bahan matahari terlempar keluar, dan membentuk planet.

2.   Umur Alam Semesta

Ahli fisika menyakini bahwa jagad raya atau alam semesta ini berawal dari unsure nitrogen, sedangkan unsure-unsur lainnya merupakan sintesis yang terjadi di bagian dalam planet, awal sintesis bumi diperkirakan 15 milyard tahun yang lalu.

c.   Isi Alam Semesta

a)   Matahari Sebagai Pusat Tata Surya

Matahari adalah sebuah bintang yang menjadi pusat tata surya kita. Matahari tergolong bintang karena memancarkan cahayanya sendiri. Matahari dikelilingi oleh planet-planet karena gravitasi(gaya tarik) matahari sangat besar, matahari merupakan bola gas yang bercahaya. Suhu pada permukaannya lebih kurang 6.000˚C, sedangkan pada bagian dalamnya lebih panas lagi, yaitu kira-kira 15 juta˚C. diameternya kira-kira 109 kali diameter bumi, dan letaknya lebih kurang 150 juta km dari bumi kita . matahari merupakan benda langit yang memancarkan cahaya sendiri. Oleh karena itu, matahari disebut juga sumber cahaya atau bintang.

b)   Planet-planet

Perbedaan planet dan bintang adalah bintang mempunyai cahaya sendiri sedangkan planet tidak mempunyai cahaya sendiri. Planet adalah benda langit yang tidak mempunyai cahaya sendiri dan planet hanya memantulkan cahaya dari bintang. Apabila diamati planet-planet tidak berkedip-kedip, sedangkan bintang selalu berkedip-kedip.

c)   Satelit

Satelit adalah benda langit yang mengiringi planet-planet selama planet mengelilingi matahari. Satelit bergerak (beredar) mengelilingi planetnya masing-masing. Oleh karena itu, satelit disebut juga pengiring planet. Ada dua jenis satelit, yaitu satelit alam dan satelit buatan. Satelit alam adalah satelit yang secara alami sudah ada mengiringi berbagai planet dan bukan di ciptakan ataupun di ciptakan oleh manusia. Sedangkan satelit buatan adalah satelit yang sengaja dibuat oleh manusia dan diluncurkan ke angkasa untuk tujuan tertentu dengan menggunakan roket. Satelit buatan adalah satelit yang biasanya digunakan untuk tujuan-tujuan tertentu dan dibuat oleh manusia.

d)   Meteorid

Meteorid adalah benda yang melayang-layang di angkasa luar. Benda ini tersusun dari batuan kecil yang sangat banyak. Meteorid yang terlalu dekat dengan bumi dapat terpengaruh gaya tarik bumi dan masuk ke atmosfer bumi. Saat memasuki atmosfer bumi, meteorid akan bergesekan dengan udara sehingga menimbulkan bunga api. Meteorid yang berpijar bergerak cepat dan tampak sebagai bintang jatuh atau bintang beralih atau yang disebut meteor.

e)   Komet

Komet adalah badan tata surya kecil, biasanya hanya berukuran beberapa kilometer, dan terbuat dari es volatile. Menurut buku lain komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan garis edar atau orbit yang berbentuk sangat lonjong dan menyerupai bintang. Komet memiliki cahaya sendiri dan juga memantulkan cahaya matahari. Oleh sebab itu, komet tampak berpijar dan memiliki ekor cahaya. Sehingga komet juga disebut bintang berekor.

Saat sebuah komet memasuki tata surya bagian dalam, kedekatan jaraknya dari matahari menyebabkan permukaan esnya bersublimentasi dan berionisasi, yang menghasilkan koma,ekor gas, dan debu panjang, yang sering dapat dilihat dengan mata telanjang. Dan saat mendekati matahari, komet mendapatkan dorongan angin matahari sehingga ekornya yang berpijar berada di belakangnya. Komet terdiri dari kumpulan debu dan gas yang dapat membeku jika jauh dari matahari. Ekor komet selalu mendekati matahari. Pada saat komet bergerak mendekati matahari, ekornya berada dibelakang. Sedangkan pada saat komet bergerak menjahui matahari, ekornya berada di depan. Panjang ekor komet mencapai jutaan kilometer. Semakin mendekati matahari maka semakin panjang juga ekor komet.

f)    Asteroid atau Planetoid

Asteroid atau Planetoid ialah benda-benda langit berukuran kecil yang mengelilingi matahari pada lintasan tertentu. Asteroid secara umum adalah objek tata surya yang terdiri atas batuan dan mineral logam beku. Gradasi ukuran asteroid adalah ratusan kilometer sampai mikroskopis pada semua asteroid kecuali ceres yang terbesar. Bentuk sisinya tidak beraturan sehingga orang mengatakan bahwa asteroid adalah pecahan-pecahan sebuah benda langit.

Bentuk lintasanya menyerupai lingkaran dan kebanyakan berada di sabuk asteroid yang berada di antara orbit Mars dan Yupiter, yang terdapat kumpulan batuan metal,dan mineral. Kebanyakan asteroid ini hanya berdiameter beberapa kilometer , dan beberapa memiliki diameter 100 km atau lebih. Sabuk asteroid utama terletak di antara orbit mars dan yupiter, berjarak antara 2,3 dan 3,3 SA dari matahari. Asteroid  terbesar yang telah ditemukan ialah ceres dengan diameter 770 km.
B. Teori Tentang Terjadinya Alam Semesta

a.   Teori Steady State

Teori ini berpendapat bahwa materi yang hilang melalui resesi galaksi-galaksi, karena pengembungan alam yang berlangsung terus menerus digantikan oleh materi yang baru saja tercipta sehingga alam semesta yang terlihat tetap berada dalam keadaan tidak berubah (stady state), artinya bahwa materi secara terus menerus tercipta diseluruh alam semesta.. Teori ini sama sekali tidak menyebut peristiwa awal yang bersifat khusus pada waktu atau ruang. Tidak ada awal maupun akhir karena materi diperbarui secara terus menerus di satu tempat sementara di tempat lain dihancurkan.

b.   Teori Ekspansi dan Kontraksi

Teori ini berpendapat bahwa ada suatu siklus di jagat raya. Satu siklus mengalami satu masa ekspansi dan satu masa kontraksi. Satu siklus diperkirakan berlangsung selama 30 milyar tahun. Dalam masa ekspansi terbentuklah galaksi-galaksi serta bintang-bintang di dalamnya. Ekspansi ini diakibatkan oleh adanya reaksi inti hydrogen yang pada akhirnya membentuk unsur-unsur lain yang komplek. Pada masa kontraksi, galaksi-galaksi dan bintang-bintang yang telah terbentuk meredup dan unsure-unsur yang telah terbentuk menyusut dengan mengeluarkan tenaga berupa panas yang sangat tinggi. Disebut juga Oscillating Theory (teori mengembang dan memampat).

c.   Teori Big -Bang


Keberadaan awal pada peristiwa besar ini melengkapi ketidaktahuan manusia tentang awal mula alam semesta dan merupakan bahan dari spekulasi sesungguhnya yang mempunyai dasar kuat. Teori ini mengasumsikan sekitar 15 milyar tahun lalu dimulai dari ledakan yang dahyat dan dilanjutkan dengan pengambangan alam semesta. Point penting 9 dari semua peristiwa ini adalah waktu, materi, energi dan ruang merupakan satu keterpaduan. Kejadian ini bukan ledakan biasa tetapi cukup memenuhi semua peristiwa dari ruang dengan semua partikel yang menjadi embrio alam semesta yang mendesak keluar dari masing-masing yang lain.

Telah dijelaskan sebelumnya Big bang adalah teori ilmu pengetahuan yang menjelaskan perkembangan dan bentuk awal dari alam semesta. Ide sentral dari teori ini adalah bahwa teori relativitas umum dapat dikombinasikan dengan hasil pemantauan dalam skala besar pada pergerakan galaksi terhadap satu sama lain, dan meramalkan bahwa suatu saat alam semesta akan kembali atau terus. Konsekuensi alami dari Teori Big Bang yaitu pada masa lampau alam semesta punya suhu yang jauh lebih tinggi dan kerapatan yang jauh lebih tinggi.

Teori Big-Bang juga dikenal teori Super Dense, menyatakan bahwa jika alam semesta mengembang pada skala tertentu, maka ketika kita pergi kembali ke dalam waktu, kelompok-kelompok galaksi akan semakin mendekat dan tentu akan sampai pada suatu saat di mana semua materi, energi dan waktu yang membentuk alam semeseta terkonsentrasi pada suatu tempat dalam bentuk gumpalan yang sangat padat ( super dense agglomeration). Dengan bekerja mundur , dari peringkat resesi galaksi-galaksi yang teramati, ditemukan bahwa galaksi-galaksi itu diduga telah berada berdekatan satu sama lain sekitar 12 milyar tahun yang lalu. Dipostulasikan bahwa saat ini ledakan hebat menyebabkan alam semesta mengembang 1030 kali atau lebih dari ukuran aslinya, sebagai akibatnya gumpalan yang sangat padat dari materi dan energi berserakan menjadi banyak bagian yang semuanya berjalan dengan kecepatan berbeda-beda ke arah berbeda-beda pula. Hasil dari ledakan ini berkondensasi membentuk benda-benda langit seperti yang ada sekarang. Pengembangan alam alam yang teramati ini merupakan kelanjutan dari proses ini. Teori berkonsentrasi pada peristiwa spesifik sebagai „awal‟ alam semesta dan menampilkan suatu evolusi progresif sejak titik itu hingga sekarang. Selama satu abad terakhir, serangkaian percobaan, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan teknologi mutakhir, telah mengungkapkan tanpa ragu bahwa alam semesta memiliki permulaan. Para ilmuwan telah memastikan bahwa alam semesta berada dalam keadaan yang terus mengembang. Dan mereka telah menyimpulkan bahwa, karena alam semesta mengembang, jika alam ini dapat bergerak mundur dalam waktu, alam semesta ini tentulah memulai pengembangannya dari sebuah titik tunggal. Sungguh, kesimpulan yang telah dicapai ilmu pengetahuan saat ini adalah alam semesta bermula dari ledakan titik tunggal ini. Ledakan ini disebut Dentuman Besar atau Big-bang.

C.  Anggota Sistem Tata Surya Seperti Bintang, Matahari, Planet, Asteroid, Komet, Dan Meteor

a.   Matahari

Anggota tata surya yang pertama yakni Matahari, adalah sebuah bintang yang berada di antara sekitar 100.000.000.000 bintang lain dalam galaksi Bima Sakti. Massa Matahari merupakan bola gas pijar, terdiri atas Hidrogen (H) (sekitar 80%), Helium (He) (19%), dan sisanya merupakan gabungan unsur-unsur Oksigen (O2), Magnesium (Mg), Nitrogen (N), Silikon (Si), Karbon (C), Belerang (S), Besi (Fe), Natrium (Na), Kalsium (Ca), Nikel (Ni), dan beberapa unsur mikro lainnya yang persentasenya kecil. Suhu di permukaan Matahari diperkirakan sekitar 5.000°C – 6.000°C, sedangkan pada bagian intinya mencapai 14.000.000°C. Suhu Matahari yang sangat tinggi ini berasal dari reaksi nuklir maha dahsyat yang mengubah inti Hidrogen menjadi Helium. Suhu di permukaan Matahari ini cukup untuk memanasi dan mem berikan kehidupan makhluk di Bumi yang jaraknya sekitar 150 juta kilometer. Menurut pengamatan para ahli astronomi, diameter (garis tengah) Matahari diperkirakan sekitar 1.400.000 km atau lebih dari 100 kali ukuran bola Bumi.

Seperti halnya Bumi dan planet-planet lainnya, matahari memiliki berbagai lapisan. Matahari tersusun atas beberapa bagian, yaitu sebagai berikut :
1.     Inti
Memiliki tekanan 200 miliar kali tekanan permukaan bumi membuat ion hidrogen berfungsi menjadi helium.
2.    Zona radiasi
Merupakan zona pantulan energi yang berasal dari inti sebelum muncul ke permukaan.
3.    Zona konveksi
Energi dari zona radiasi memasuki lapisan gas yang lebih dingin di zona konveksi. Gas yang panas naik ke permukaan, kemudian menurun dan jatuh kembali menjadi arus konveksi yang bergolak.
4.     Fotosfer
Sebagian sinar Matahari yang terlihat berasal dari fotosfer yang tebalnya sekitar 300–400 km.
5.     Kromosfer
Lapisan bawah atmosfer berisi gas menyala seperti kawah pijar.
6.     Prominensa
Letusan besar dari korona (lidah api) yang meluas ke luar puluhan ribu kilometer, mempunyai hubungan yang sama dengan gangguan pada magnetik Matahari

b.   Planet Dan Satelit Alam
Pada awalnya dalam sistem tata surya (solar system) terdapat sembilan planet. Namun, sejak diselenggarakannya pertemuan International Astronomical Union (IAU) ke-26 di Praha, Republik Ceko, pada 24 Agustus 2006 disepakati bahwa terdapat delapan planet dalam sistem tata surya. Delapan planet tersebut beredar mengelilingi Matahari dengan periode revolusi yang berbeda. Kedelapan planet tata surya tersebut yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Pluto yang sebelumnya masuk ke dalam gugusan planet dalam tata surya hanya disetarakan dengan objek-objek kecil tata surya dengan garis orbit yang sudah pasti. Pusat Planet Minor (MPC) telah mendaftarkan bekas planet kesembilan itu sebagai asteroid ke-134340.

1.     Merkurius
Merkurius merupakan planet terdekat ke Matahari, rata-rata jaraknya yaitu sekitar 58.000.000 kilometer. Dilihat dari ukurannya, Merkurius merupakan planet terkecil. Diameternya diperkirakan sekitar 4.862 kilometer. Periode rotasi Merkurius menghabiskan waktu 59 hari, sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk satu kali revolusi mengelilingi Matahari adalah 88 hari. Atmosfer planet ini sangat tipis, tersusun dari gas Helium.

2.    Venus
Planet kedua dengan jarak terdekat ke Matahari adalah Venus, dengan rata-rata jarak ke Matahari sekitar 108.000.000 kilometer. Dilihat dari diameternya, ukuran Venus hampir sama dengan Bumi yaitu sekitar 12.190 kilometer. Waktu yang dibutuhkan untuk satu kali rotasi adalah 243 hari, sedangkan periode revolusi Venus mengedari Matahari lebih singkat, yaitu 225 hari. Hal yang cukup menarik dari Venus adalah arah gerak rotasinya yang berlawanan dengan planet-planet lain. Sebagaimana kita ketahui bahwa hampir semua planet dalam tata surya berotasi berlawanan dengan arah jarum jam, tetapi Venus dan Uranus berotasi searah jarum jam. Suhu permukaan Venus sangat tinggi, yaitu mencapai 480°C dengan tekanan udara 100 kali lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan di permukaan Bumi. Suhu yang tinggi ini diakibatkan oleh atmosfer Venus yang terdiri atas gas karbon dioksida (CO2). Zat tersebut berperan sebagai gas rumah kaca yang berfungsi menahan energi panas yang dipancarkan Matahari.

3.    Bumi
Bumi dengan rata-rata panjang diameter 12.725 kilometer merupakan satu-satunya planet dalam tata surya yang ditempati oleh manusia dan makhluk hidup lainnya. Hal ini sangat berkaitan dengan persyaratan hidup bagi organisme, seperti ketersediaan air, oksigen, dan sumber bahan makanan. Jarak rata-rata dari Bumi ke Matahari sekitar 149.600.000 kilometer. Periode rotasi Bumi adalah 23 jam 56 menit (satu hari), sedangkan periode revolusi Bumi mengelilingi Matahari memakan waktu 365¼ hari (satu tahun). Atmosfer Bumi tersusun oleh dua gas utama, yaitu Nitrogen dan Oksigen, di samping gas-gas lain dalam jumlah yang relatif kecil. Bumi memiliki satu satelit alam, yaitu Bulan.

4.    Mars
Mars dikenal dengan sebutan planet merah. Wilayahnya terdiri atas perbukitan, gunung, lembah, dan kawah yang gersang. Rata-rata jarak dari Mars ke Matahari adalah sekitar 228.000.000 kilometer. Periode rotasi planet merah ini hampir sama dengan Bumi yaitu 24,6 jam, sedangkan periode revolusi memakan waktu sekitar 1,9 tahun. Atmosfer Mars tersusun oleh gas karbon dioksida (CO2). Planet ini memiliki dua satelit alam, yaitu Deimos dan Fobos.

5.    Yupiter
Planet terbesar dalam sistem tata surya kita adalah Yupiter, dengan panjang diameter 142.860 kilometer. Rata-rata jarak Jupiter ke Matahari adalah 779.000.000 kilometer. Sebagian besar massa planet raksasa ini terdiri atas gas Hidrogen, Helium, Metan (CH4), dan Amoniak (NH3). Hal ini menyebabkan kepadatan Yupiter sangat rendah, yaitu hanya sekitar ½ kali kepadatan Bumi. Periode rotasi Yupiter memerlukan waktu paling singkat dibandingkan dengan planet-planet lain, yaitu sekitar 9,8 jam. Adapun waktu revolusinya memakan waktu sekitar 11,9 tahun. Hal yang cukup menarik dari keberadaan planet Yupiter adalah adanya bercak merah di sekitar ekuator planet ini, yang berdasarkan perhitungan para ahli astronomi memiliki ukuran sekitar 50.000 kilometer. Lokasi bercak ini senantiasa berubah-ubah. Berdasarkan hasil pengamatan, ternyata bercak tersebut merupakan badai topan yang sangat hebat di atas atmosfer Yupiter dengan kecepatan putaran sangat tinggi. Yupiter memiliki 16 satelit. Beberapa di antaranya adalah Io, Europa, dan Callisto. Planet terbesar dalam sistem tata surya.

6.     Saturnus
Planet kedua terbesar setelah Yupiter adalah Saturnus, dengan diameter sekitar 120.000 kilometer. Rata-rata jarak antara Saturnus ke Matahari adalah 1.428.000.000 kilometer. Saturnus merupakan planet terindah dengan ribuan cincin mengelilingi tubuhnya. Waktu yang dibutuhkan Saturnus dalam melakukan satu kali rotasi adalah sekitar 10,6 jam, sedang kan periode revolusinya memakan waktu sekitar 29,5 tahun.
Planet Saturnus, salah satu planet bercincin dalam sistem tata surya. Seperti halnya Yupiter, atmosfer Saturnus tersusun oleh gas utama Metan dan Amoniak. Planet ini memiliki 18 satelit alam, beberapa di antaranya yaitu Titan, Hyperion, Phoebe, Mimas, Tethys, Calypso, Enceladus, dan Iapetus.
7.    Uranus
Planet Uranus merupakan satu di antara planet dalam keluarga Matahari yang memiliki keunikan tersendiri. Planet tersebut memiliki cincin tipis dengan lebar sekitar 1 meter, bidang ekuatornya hampir tegak lurus terhadap garis edar planet mengelilingi Matahari (ekliptika). Hal ini mengakibatkan arah rotasinya sangat berbeda dengan planetplanet lain, yaitu searah jarum jam. Sebagaimana kita ketahui bahwa semua planet berotasi dari barat ke timur, kecuali Venus (dari timur ke barat).
Rata-rata jarak antara planet Uranus ke Matahari adalah 2.875.000.000 kilometer. Periode waktu yang dibutuhkan untuk satu kali rotasi adalah 24 jam, sedangkan periode revolusi Uranus mengedari Matahari memerlukan waktu sekitar 84 tahun. Atmosfer Uranus tersusun atas dua gas utama, yaitu Hidrogen dan Metan. Planet ini memiliki lima satelit alam, yaitu Ariel, Umbriel, Titania, Oberon, dan Miranda.

8.    Neptunus
Neptunus merupakan planet kedua terjauh dari Matahari. Ratarata jaraknya dari Matahari adalah sekitar 4.500.000.000 kilometer. Jarak yang sangat jauh ini mengakibatkan periode revolusi Neptunus memakan waktu yang sangat lama, yaitu sekitar 165 tahun. Adapun waktu yang diperlukan dalam satu kali rotasi adalah 22 jam.
Permukaan planet Neptunus ketika difoto dari pesawat ulang alik Voyager 2. Diameter planet Neptunus cukup panjang yaitu sekitar 48.600 kilometer. Massa Neptunus diselubungi oleh atmosfer yang tersusun atas gas Amoniak dan Metan. Planet ini memiliki dua satelit alam, yaitu Triton dan Nereid.
c.   Komet
Komet lebih dikenal dengan istilah bintang berekor yang senantiasa datang mengunjungi Matahari dan keluarganya secara periodik. Sebagian besar tubuh komet dibentuk oleh berbagai gas,termasuk Sianogen (CN), Karbon (C), Karbon monoksida (CO), Nitrogen (N2), Hidroksil (OH), dan Nitrogen Hidrid (NH). Berdasarkan sifat fisiknya, tubuh komet terdiri atas dua bagian, yaitu inti dan ekor.
Sebelum mendekati Matahari, komet terdiri atas batuan dan es. Debu dan gas menyembur dari intinya, lalu terbentuklah kepala komet (koma) dan ekornya. Komet mengedari Matahari dengan bidang orbit yang berbedabeda. Ada yang berbentuk elips sangat pipih, parabola, bahkan hiperbola. Pada saat komet sangat dekat dengan Matahari sebagian partikel-partikel tubuhnya mencair karena panas Matahari dan membentuk ekor yang semakin dekat Matahari, ekor komet tersebut semakin panjang. Adapun pada saat jaraknya jauh dari Matahari hampir semua bagian tubuhnya membeku sehingga tidak terdapat lagi ekor. Beberapa contoh komet yang pernah dilihat oleh manusia antara lain sebagai berikut :
d.   Meteor
Benda langit anggota tata surya lainnya adalah Meteor, yaitu benda langit di angkasa baik terdiri atas senyawa logam maupun batuan. Jika meteor masuk ke dalam atmosfer Bumi, akan terjadi gesekan yang sangat kuat antara massa meteor dan partikel-partikel atmosfer. Gaya gesek ini mengakibatkan meteor terbakar sehingga terlihat dari Bumi sebagai bintang yang jatuh dari angkasa. Jika meteor sampai ke permukaan Bumi, dinamakan meteorit. Benturan atau tumbukan yang sangat kuat antara meteorit yang jatuh dengan permukaan bumi, dapat mengakibatkan terjadinya cekungan muka Bumi menyerupai kawah. Seperti pernah terjadi di daerah Winslow Arizona, Amerika Serikat, yang dikenal dengan Barringer Crater.

e.   Asteroid
Asteroid adalah benda-benda langit kecil sejenis planet yang tersebar di antara orbit planet Mars dan Yupiter, yaitu kira-kira 500 juta kilometer dari Matahari dari Bumi. Asteroid tampak bersinar karena benda ini sama seperti planet, menerima dan memantulkan cahaya Matahari. Beberapa contoh asteroid adalah Trojan, Apollo, dan Cerres.

D.    Planet Bumi Sebagai Bagian Dari Sistem Tata Surya

a.    Bentuk Dan Ukuran Bumi
Bentuk bumi yang bulat menyebabkan benda-benda yang bergerak menjauhi seorang pengamat di permukaan bumi akan tampak seolah-olah tenggelam di balik ufuk. Bumi apabila dilihat dari angkasa luar akan tampak berwarna kebiru-biruan, sehingga disebut sebagai planet biru. Warna kebiru-biruan tersebut disebabkan oleh keadaan di bumi sendiri yaitu karena 70 % permukaan bumi berupa laut dan samudra. Selain itu, susunan dan ketebalanangkasanya juga menentukan ciri khas penampakannya.
Pada saat ini telah diketahui bahwa garis tengah bumi adalah 12.714 km dari kutub ke kutub dan 12. 757 km di sepanjang garis khatulistiwa.
b.    Gerak Rotasi Bumi
Gerak bumi yang berputar mengitari porosnya sendiri disebut gerak rotasi bumi. waktu yang diperlukan bumi untuk berotasi satu kali mengitari porosnya adalah 1 hari atau 24 jam (tepatnya 23 jam, 56 menit 4,09 detik). Arah rotasi bumi adalah “arah timur” yaitu dari barat ke timur. Gerak rotasi bumi yang arahnya ke timur mengakibatkan pada siang hari matahari seolah-olah bergerak dari timur ke barat, demikian juga dengan bulan dan bintang di malam hari. Gerak benda-benda langit disebut gerak harian langit atau sering disebut gerak semu harian. Bintang dalam gerak hariannya akan kembali pada tempat yang sama di bola langit setelah menempuh waktu yang sama dengan periode rotasi bumi.
Akibat rotasi bumi terhadap porosnya yaitu pergantian siang dan malam hari, gerak semu harian benda langit, pengembungan di khatulistiwa dan pemepatan di kedua kutub bumi, dan perbedaan waktu untuk tempat-tempat yang berbeda derajat bujurnya.
c.    Revolusi Bumi

Satu kali bumi beredar mengelilingi matahari (berevolusi) diperlukan waktu 365,25 hari atau 1 tahun. Kecepatan rata-rata bumi dalam berevolusi adalah 30 km/s, sedangkan kecepatan berotasi adalah 464 m/s.
Revolusi bumi menyebabkan beberapa peristiwa yaitu pergantian musim di bumi sepanjang tahun; perbedaan lamanya waktu siang dan malam; terlihatnya rasi bintang yang berbeda setiap bulan, hal ini karena setiap bulan posisi bumi berbeda dengan bulan sebelumnya sehingga langit di atas kepala kita pun berbeda akibatnya bintang-bintang yang tampak jadi berbeda. Kumpulan bintang dengan pola-pola tertentu disebut rasi bintang; dan adanya gerak semu tahunan matahari.

E.    Lapisan-Lapisan Pada Planet Bumi Dan Fungsinya Bagi Kehidupan Manusia
Bumi telah terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu. Bumi merupakan planet dengan urutan ketiga dari sembilan planet yang dekat dengan matahari. Jarak bumi dengan matahari sekitar 150 juta km, berbentuk bulat dengan radius ± 6.370 km. Bumi merupakan satu-satunya planet yang dapat dihuni oleh berbagai jenis mahluk hidup. Bumi memiliki 2 macam lapisan, yaitu lapisan internal (dalam) dan lapisan eksternal (luar). Lapisan dalam merupakan lapisan pembentuk bumi. Sedangkan lapisan luar merupakan lapisan yang melindungi bumi dari meteor atau benda-benda luar angkasa lainnya.


Secara struktur lapisan dalam bumi, dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut :
1.     Kerak bumi (crush)
Merupakan kulit bumi bagian luar (permukaan bumi). Tebal lapisan kerak bumi mencapai 70 km dan merupakan lapisan batuan yang terdiri dari batu-batuan basa dan masam. Lapisan ini menjadi tempat tinggal bagi seluruh mahluk hidup. Suhu di bagian bawah kerak bumi mencapai 1.100 oC. Lapisan kerak bumi dan bagian di bawahnya hingga kedalaman 100 km dinamakan litosfer.

2.    Selimut atau selubung (mantle)

Merupakan lapisan yang terletak di bawah lapisan kerak bumi. Tebal selimut bumi mencapai 2.900 km dan merupakan lapisan batuan padat. Suhu di bagian bawah selimut bumi mencapai 3.000 oC.


3.    Inti bumi (core)

Inti bumi yang terdiri dari material cair, dengan penyusun utama logam besi (90%), nikel (8%), dan lain-lain yang terdapat pada kedalaman 2900 – 5200 km. Lapisan ini dibedakan menjadi lapisan inti luar dan lapisan inti dalam. Lapisan inti luar tebalnya sekitar 2.000 km dan terdiri atas besi cair yang suhunya mencapai 2.200 oC. inti dalam merupakan pusat bumi berbentuk bola dengan diameter sekitar 2.700 km. Inti dalam ini terdiri dari nikel dan besi yang suhunya mencapai 4.500 oC.


Berikutnya adalah bagian dari lapisan luar bumi secara keseluruhan :
1.     Atmosfer
Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi, dari permukaan planet tersebut sampai jauh di luar angkasa. Di bumi, atmosfer terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km dari atas permukaan bumi. Atmosfer tersusun atas beberapa lapisan, yang dinamai menurut fenomena yang terjadi di lapisan tersebut. Transisi antara lapisan yang satu dengan yang lain berlangsung bertahap. Studi tentang atmosfer mula-mula dilakukan untuk memecahkan masalah cuaca, fenomena pembiasan sinar matahari saat terbit dan tenggelam, serta kelap-kelipnya bintang. Dengan peralatan yang sensitif yang dipasang di wahana luar angkasa, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang atmosfer berikut fenomena-fenomena yang terjadi di dalamnya. Atmosfer Bumi terdiri atas nitrogen (78.17%) dan oksigen (20.97%), dengan sedikit argon (0.9%), karbondioksida (variabel, tetapi sekitar 0.0357%), uap air, dan gas lainnya. Atmosfer melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari matahari dan mengurangi suhu ekstrem di antara siang dan malam. 75% dari atmosfer ada dalam 11 km dari permukaan planet.


2.    Troposfer
Lapisan ini berada pada level yang terrendah, campuran gasnya paling ideal untuk menopang kehidupan di bumi. Dalam lapisan ini kehidupan terlindung dari sengatan radiasi yang dipancarkan oleh benda-benda langit lain. Dibandingkan dengan lapisan atmosfer yang lain, lapisan ini adalah yang paling tipis (kurang lebih 15 kilometer dari permukaan tanah). Dalam lapisan ini, hampir semua jenis cuaca, perubahan suhu yang mendadak, angin tekanan dan kelembaban yang kita rasakan sehari-hari berlangsung. Ketinggian yang paling rendah adalah bagian yang paling hangat dari troposfer, karena permukaan bumi menyerap radiasi panas dari matahari dan menyalurkan panasnya ke udara. Biasanya, jika ketinggian bertambah, suhu udara akan berkurang secara tunak (steady), dari sekitar 17℃ sampai -52℃. Pada permukaan bumi yang tertentu, seperti daerah pegunungan dan dataran tinggi dapat menyebabkan anomali terhadap gradien suhu tersebut.
Lapisan ini dianggap sebagai bagian atmosfer yang paling penting, karena berhubungan langsung dengan permukaan bumi yang merupakan habitat dari berbagai jenis mahluk hidup termasuk manusia, serta karena sebagain besar dinamika iklim berlangsung pada lapisan troposfer. Susunan kimia udara troposfer terdiri dari 78,03% nitrogrn, 20,99 oksigen, 0,93% argon, 0,03% asam arang, 0,0015% nenon, 0,00015% helium, 0,0001% kripton, 0,00005% hidrogen, serta 0,000005% xenon. Di dalam troposfer terdapat tiga jenis awan, yaitu awan rendah (cumulus), yang tingginya antara 0 – 2 km; awan pertengahan (alto cumulus lenticularis), tingginya antara 2 – 6 km; serta awan tinggi (cirrus) yang tingginya antara 6 – 12 km.
Stratosfer

Perubahan secara bertahap dari troposfer ke stratosfer dimulai dari ketinggian sekitar 11 km. Suhu di lapisan stratosfer yang paling bawah relatif stabil dan sangat dingin yaitu – 70oF atau sekitar – 57oC. Pada lapisan ini angin yang sangat kencang terjadi dengan pola aliran yang tertentu.Disini juga tempat terbangnya pesawat. Awan tinggi jenis cirrus kadang-kadang terjadi di lapisan paling bawah, namun tidak ada pola cuaca yang signifikan yang terjadi pada lapisan ini. Dari bagian tengah stratosfer keatas, pola suhunya berubah menjadi semakin bertambah semakin naik, karena bertambahnya lapisan dengan konsentrasi ozon yang bertambah. Lapisan ozon ini menyerap radiasi sinar ultra ungu. Suhu pada lapisan ini bisa mencapai sekitar 18oC pada ketinggian sekitar 40 km. Mesosfer


Kurang lebih 25 mil atau 40km diatas permukaan bumi terdapat lapisan transisi menuju lapisan mesosfer. Pada lapisan ini, suhu kembali turun ketika ketinggian bertambah, sampai menjadi sekitar – 143oC di dekat bagian atas dari lapisan ini, yaitu kurang lebih 81 km diatas permukaan bumi. Suhu serendah ini memungkinkan terjadi awan noctilucent, yang terbentuk dari kristal es. Daerah transisi antara lapisan mesosfer dan termosfer disebut mesopouse dengan suhu terendah- 110o C.


3.    Termosfer


Transisi dari mesosfer ke termosfer dimulai pada ketinggian sekitar 81 km. Dinamai termosfer karena terjadi kenaikan temperatur yang cukup tinggi pada lapisan ini yaitu sekitar 1982oC. Perubahan ini terjadi karena serapan radiasi sinar ultra ungu. Radiasi ini menyebabkan reaksi kimia sehingga membentuk lapisan bermuatan listrik yang dikenal dengan nama ionosfer, yang dapat memantulkan gelombang radio. Sebelum munculnya era satelit, lapisan ini berguna untuk membantu memancarkan gelombang radio jarak jauh. Molekul oksigen akan terpecah menjadi oksegen atomik di sini. Proses pemecahan molekul oksigen dan gas-gas atmosfer lainnya akan menghasilkan panas, yang akan menyebabkan meningkatnya suhu pada lapisan iniEksosfer


Merupakan lapisan atmosfer yang paling tinggi. Pada lapisan ini, kandungan gas-gas atmosfer sangat rendah. Batas antara ekosfer (yang pada dasarnya juga adalah batas atmosfer) dengan angkasa luar tidak jelas. Daerah yang masih termasuk ekosfer adalah daerah yang masih dapat dipengaruhi daya gravitasi bumi. Garis imajiner yang membatasi ekosfer dengan angkasa luar disebut magnetopause. Adanya refleksi cahaya matahari yang dipantulkan oleh partikel debu meteoritik. Cahaya matahari yang dipantulkan tersebut juga disebut sebagai cahaya Zodiakal.

F.     Teori Tentang Terjadinya Planet Bumi

Bumi adalah planet tempat tinggal seluruh makhluk hidup beserta isinya. Sebagai tempat tinggal makhluk hidup, bumi tersusun atas beberapa lapisan bumi, bahan-bahan material pembentuk bumi, dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Bentuk permukaan bumi berbeda-beda, mulai dari daratan, lautan, pegunungan, perbukitan, danau, lembah, dan sebagainya. Bumi sebagai salah satu planet yang termasuk dalam sistem tata surya di alam semesta ini tidak diam seperti apa yang kita perkirakan selama ini, melainkan bumi melakukan perputaran pada porosnya (rotasi) dan bergerak mengelilingi matahari (revolusi) sebagai pusat sistem tata surya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya siang malam dan pasang surut air laut. Oleh karena itu, proses terbentuknya bumi tidak terlepas dari proses terbentuknya tata surya kita.

Setelah memahaminya, inilah teori proses pembentukan bumi dari beberapa teori:



1.  Theory Big bang

Teori ini adalh yang paling terkenal. Berdasarkan Theory Big Bang, proses terbentuknya bumi berawal dari puluhan milyar tahun yang lalu. Pada awalnya terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putaran yang dilakukannya tersebut memungkinkan bagian-bagian kecil dan ringan terlempar ke luar dan bagian besar berkumpul di pusat, membentuk cakram raksasa. Suatu saat, gumpalan kabut raksasa itu meledak dengan dahsyat di luar angkasa yang kemudian membentuk galaksi dan nebula-nebula. Selama jangka waktu lebih kurang 4,6 milyar tahun, nebula-nebula tersebut membeku dan membentuk suatu galaksi yang disebut dengan nama Galaksi Bima Sakti, kemudian membentuk sistem tata surya. Sementara itu, bagian ringan yang terlempar ke luar tadi mengalami kondensasi sehingga membentuk gumpalan-gumpalan yang mendingin dan memadat. Kemudian, gumpalan-gumpalan itu membentuk planet-planet, termasuk planet bumi.

2.   Teori Kabut Kant-Laplace

Dalam teori ini dikemukakan bahwa di jagat raya terdapat gas yang kemudian berkumpul menjadi kabut (nebula). Gaya tarik-menarik antar gas ini membentuk kumpulan kabut yang sangat besar dan berputar semakin cepat. Dalam proses perputaran yang sangat cepat ini, materi kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah dan memadat (karena pendinginan). Bagian yang terlempar inilah yang kemudian menjadi planet-planet dalam tata surya.

3.   Teori Planetesimal

Teori ini mengungkapkan bahwa pada mulanya telah terdapat matahari asal. Pada suatu ketika, matahari asal ini didekati oleh sebuah bintang besar, yang menyebabkan terjadinya penarikan pada bagian matahari. Akibat tenaga penarikan matahari asal tadi, terjadilah ledakan-ledakan yang hebat. Gas yang meledak ini keluar dari atmosfer matahari, kemudian mengembun dan membeku sebagai benda-benda yang padat, dan disebut planetesimal. Planetesimal ini dalam perkembangannya menjadi planet-planet, dan salah satunya adalah planet Bumi kita.

4.   Teori Pasang Surut Gas

Teori ini dikemukakan leh jeans dan Jeffreys, yakni bahwa sebuah bintang besar mendekati matahari dalam jarak pendek, sehingga menyebabkan terjadinya pasang surut pada tubuh matahari, saat matahari itu masih berada dalam keadaan gas. Terjadinya pasang surut air laut yang kita kenal di Bumi, ukuranya sangat kecil. Penyebabnya adalah kecilnya massa bulan dan jauhnya jarak bulan ke Bumi (60 kali radius orbit Bumi). Tetapi, jika sebuah bintang yang bermassa hampir sama besar dengan matahari mendekati matahari, maka akan terbentuk semacam gunung-gunung gelombang raksasa pada tubuh matahari, yang disebabkan oleh gaya tarik bintang tadi. Gunung-guung tersebut akan mencapai tinggi yang luar biasa dan membentuk semacam lidah pijar yang besar sekali, menjulur dari massa matahari tadi dan merentang kea rah bintang besar itu.Dalam lidah yang panas ini terjadi perapatan gas-gas dan akhirnya kolom-kolom ini akan pecah, lalu berpisah menjadi benda-benda tersendiri, yaitu planet-planet. Bintang besar yang menyebabkan penarikan pada bagian-bagian tubuh matahari tadi, melanjutkan perjalanan di jagat raya, sehingga lambat laun akan hilang pengaruhnya terhadap-planet yang berbentuk tadi. Planet-planet itu akan berputar mengelilingi matahari dan mengalami proses pendinginan. Proses pendinginan ini berjalan dengan lambat pada planet-planet besar, seperti Yupiter dan Saturnus, sedangkan pada planet-planet kecil seperti Bumi kita, pendinginan berjalan relatif lebih cepat.

5.    Teori Bintang Kembar

Menurut teori ini, galaksi berasal dari kombinasi bintang kembar. Salah satu bintang meledak sehingga banyak material yang terlempar. Karena bintang yang tidak meledak mempunyai gaya gravitasi yang masih kuat, maka sebaran pecahan ledakan bintang tersebut mengelilingi bintang yang tidak meledak. Bintang yang tidak meledak itu adalah matahari, sedangkan pecahan bintang yang lain adalah planet-planet yang mengelilinginya

SUMBER :
·         http://septiiyanekogogo.blogspot.com/2011/12/tugas-3-teori-terbentuknya-planet-bumi.html



1.
Ditunjau dari beberapa segi pengetahuan dan keislaman.

A.Asal Usul Kehidupan Menurut Ilmu Pengetahuan
            Ada berbagai pendapat berupa hipotesis ataupun teori yang mengungkapkan asal mula kehidupan di bumi,antara lain:
1)      Generation Spontanea
Sebelum abad 17orang menganggap bahwa makhluk hidup itu terbentuk secara sponta atau terbentuk secara sendirinya.
Contohnya:
Ulat timbul dengan sendirinya dari bangkai tikus.
Cacing timbul dengan sendirinya dari dalam lumpur.
Paham ini di sebut juga abiogenesis artinya makhluk hidup dapat terbentuk dari bukan makhluk hidup.paham ini di pelopori oleh Aristoteles.
2)      Cosmozoa
Teori ini mengemukakan bahwa kehidupan di bumi diperkirakan berasal dari ruang angkasa. Hal yang mendasari teori ini adalah peyelidikan bahwa bahan yang terdapat pada batu meteor maupun vartu komet yang jatuh ke bumi mengandung banyak molekul organic sederhana , misalnya cyanogens , asam hidrocyanida.

molekul-molekul organic tersebut tatkala jatuh ke bumi menjadi benih kehidupan.
Menurut teori ini bukan hanya di bumi saja yang timbul kehidupan. Kehidupan dapat timbul sekali atau bebrapa kali di berbagai bagian galaksi dalam waktu yang berbeda.
3)      Omme Vivum Ex ovo
Fransisco Redi (1626-1597) ahli biologi bangsa Italia dapat membuktikan bahwa ulat pada bangkai tikus berasal dari telur lalat yang meletakkan telurnya dengan sengaja di situ.Dari percobaan serupa,ia memperoleh kesimpulan yang serupa,yaitu bahwa asal mula kehidupan itu adalah telur atau omne vivum ec ovo.
4)      Omne Ovo Ex Vivo
Lazzaro Spallanzani (1729-1799 M) juga ahli bangsa Italia dengan percobaaannya terhadap kaldu,embuktikan bahwa jasad renik atau mikroorganisme yang mencemari kaldu akibatnya kaldu membusuk.Ia mengambil kesimpulan bahwa adanya telur harus ada jasad terlebih dahulu.Maka muncullah teorinya omne ovo ex vivo atau telur itu barasal dari makhluk hidup.
5)      Omne Vivum Ex Vivo
Louis Pasteur (1822-1895 M) sarjana kimia perancis,dia melanjutkan percobaan Spallanzani dangan percobaan berbagai mikrooganisme,tumbuh kehidupan yang baru atau disebut omne vivum ex vivo.Teori ini disebut juga teori Biologenesis dengan konsep dasar bahwa yang hidup itu berasal dari yang hidup juga/
6)      Teori Uray
Harold Uray (1893 M) seorang ahli kimia dari Amerika Serikat mengemukakan bahwa atmosfer bumi pada awalnya kaya akan gas-gas metana(CH4) amoniak (NH3), hidrogen (H2),dan air (H2O).Zat-zat itu merupakan unsur-unsur penting yang terdapat di tubuh makhluk hidup.
Diduga karena adanya energi halilintar dan radiasi sinar kosmos unsur-unsur itu mengadakan reaksi-reaksi kimia membentuk zat-zat hidup.Zat hidup yang mula-mula terbentuk kira-kira sama dengan keadaan virus yang kita kenal sekarang.Zat itu  berkembang menjadi berjuta-juta jenis organisme.
7)      Teori Oparin-Haldane
A.I Oparing adalah ahli biologis bangsa Rusia pada tahun 1924 M mempublikasikan pendapatnya tentang asal mula kehidupan namun tak mendapat sambutan para ahli.
B.Kehidupan Menurut Islam
            Dr.Alexis Carrel (1873-1944) menjelaskan kesukaran yang dihadapi dalam menyelidiki manisia.Dalam bukunya yang di tarjemahkan ke dalam bahasa Arab dengan judul Al-Insan dzalika Al-Majhul (manusia yang tidak di ketahui),beliau menulis:
            “Pengetahuan tentang makhluk-makhluk hidup secara umum dan manusia secara khusus belum mencapai kemajuan seperti yang telah dicapai di bidang-bidang ilmu pengetahuan lain.Manusia adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan serta kompleks,sehingga tidak mudan untuk memahami makhluk ini dalam keadaannya secara utuh maupun dalam bagian-bagiannya,tidak juga dalam memahami hubungannya dengan alam sekitar,”

Selanjutnya dikatakan pula:
            “Sebenarnya manusia telah mencurahkan perhatian dan usaha yang sangat besar untuk mengetahui dirinya.Kendatipun kita memiliki pembendaharaan cukup banyak dari hasil penelitian para ilmuan,filosof,sastrawan,dan para ahli dibidang kerohanian sepanjang masa ini.Namun,kita hanyan mampu mengetahui beberapa segi tertentu dari kita.Kita tidak dapat mengetahui manusia secara utuh,yang kita ketahui hanyalah bahwa diri sandiri dari bagian-bagian tertentu,dan inipun pada hakikatnya di bagi oleh tatacara kita sendiri.”
            Pada hakikatnya kebanyakan pertanyaan yang diajukan oleh mereka yang mempelajari mausia,diri mereka sendiri,hingga kini masi tetap tanpa jawaban,karena terdapat daerah-daerah yang tidak terbatas dalam batin kita yang tidak di ketahui.
Menurut syariat Islam, manusia tidak diciptakan dibumi, tapi manusia dijadikan khalifah (pengganti/penerus) di bumi, sebagai makhluk pengganti yang tentunya ada makhluk lain yang di ganti, dengan kata lain adalah Adam ‘bukanlah Makhluk Pertama’ dibumi, tetapi ia adalah 'Manusia Pertama' dalam ajaran Agama Samawi, dan Allah tidak mengatakan untuk mengganti manusia sebelumnya, tapi pengganti makhluk yang telah membuat kerusakan dan menumpahkan darah dibumi.
Sebelum kehadiran manusia telah banyak umat yang terdiri malaikat, jin, hewan, tumbuhan dan sebagainya, karena dalam Al-Qur'an ciptaan Allah disebut juga dengan kata umat. Sesuai dengan salah satu surah Al An'aam 32, yang berbunyi:

“Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.”
 (Al An'aam 6:32)

Surah Al Hijr ayat 27 menjelaskan tentang makhluk sebelum manusia adalah bangsa Jin:

            “Dankami telah menciptakan jin sebelum (adam) dari api yang sangat panas”
(Al-Hajr 15:27)




Mengenai penciptaan Adam sebagai khalifah di muka bumi diungkapkan dalam Al-Qur'an:

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi”. Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): “Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal Kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan mensucikan-Mu?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya.”
 (Al-Baqarah 30)

Nama makhluk yang diungkapkan para ahli arkeologi diatas kemudian dikaitkan pada pendapat para ahli mufassirin. Salah satu diantaranya adalah Ibnu Jazir, dalam kitab tafsir Ibnu Katsir mengatakan: "Yang dimaksud dengan makhluk sebelum Adam diciptakan adalah Al Jan yang suka berbuat kerusuhan."
Menurut salah seorang perawi hadits yang bernama Thawus al-Yamani, salah satu penghuni sekaligus penguasa/pemimpin di muka bumi adalah dari golongan jin.
Ada juga yang mengatakan bahwa telah ada 3 umat yang utama sebelum Adam. Dua diantaranya dari bangsa jin, sedangkan kaum yang ketiga adalah dari golongan yang berbeda dari Jin, karena mereka ini berdarah dan berdaging.
Di Al Qur'an disebutkan bahwa asal kejadian manusia terdiri dari 7 (tujuh) macam kejadian:
1.      Di surat Ar Rahman ayat 14: "Dia menjadikan manusia seperti tembikar (tanah yang dibakar)". Yang dimaksudkan dengan kata "Shal-shal" di ayat ini ialah: Tanah kering atau setengah kering yakni "Zat pembakar" atau Oksiggen.
2.       Di ayat itu disebutkan juga kata "Fakhkhar" yang maksudnya ialah "Zat Arang" atau Carbon.
3.       Di surat Al Hijr, ayat 28: "dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menciptakan seorang manusia dari tanah kering dan lumpur hitam yang berbentuk". Di ayat ini, tersebut juga "shal-shal" telah saya terangkan, sedangkan kata "Hamaa-in" di ayat tersebut ialah "Zat Lemas" atau Nitrogen.
4.       Di surat As Sajadah ayat 7: "Dan Allah membuat manusia berasal dari pada tanah". Yang dimaksud dengan kata "thien" (tanah) di ayat ini ialah "Atom zat air" atau Hidrogen.
5.       Di Surat Ash Shaffaat ayat 11: "Sesungguhnya Aku (Allah) menjadikan manusia daripada Tanah Liat". Yang dimaksud dengan kata "lazib" (tanah liat) di ayat ini ialah "Zat besi" atau ferrum.
6.       Di Surat Ali Imran ayat 59: "Dia menjadikan Adam daripada tanah kemudian Allah berfirman kepadanya "jadilah engkau, lalu berbentuk manusia". Yang dimaksud dengan kata "turab" (tanah) di ayat ini ialah: "Unsur-unsur zat asli yang terdapat di dalam tanah" yang dinamai "zat-zat anorganis".
7.       Di surat Al Hijr ayat 28: "Maka setelah Aku sempurnakan (bentuknya),lalu Kutiupkan ruh-Ku kepadanya"
Itulah  tujuh macam unsur dalam asal kejadian manusia menurut Al-qur'an yang di ambil dari K.H. Bahaudin Mudhary, almarhum (1920 –1979).

Setelah meneliti asal kejadian manusia yang diambil dari Al-Qur’an, penulis juga mencoba mengkaji proses penciptaan manusia yang dalam ha1 ini penulis merinci ke dalam beberapa tahap sehingga menjadi seorang manusia. Dimulai dari penciptaannya dari tanah, yaitu penciptaan Adam sebagai Bapak umat manusia dan anak cucunya tercipta dari saripati tanah dan air mani yang dalam Al-Qur’an karena makanan yang dimakan manusia semuanya bersumber dari tanah.
 Kemudian makanan tersebut diolah menjadi air mani, lalu disalurkan ke dalam rahim dan menyatu dengan ovum perempuan dan berdiam disana, menetap dan berubah menjadi segumpal darah, selang beberapa waktu berubah lagi menjadi segumpal daging, kemudian Allah menyuruh malaikat untuk meniupkan ruh dan terciptalah janin dalam perut sang ibu sebagai calon manusia yang tinggal menunggu masa kelahiran.

Seperti hadists arba’in,tepatnya pada hadist yang ke empat,yang berbunyi:
            “Sesungguhnyatiap-tiap kalian di kumpulkan ciptaanya dalam rahim ibunya,selama 40 hari berupa nutfah (air mani yang kental),lalu menjadi alaqoh(segumpal darah)selama 40 hari pula,lalu menjadi mudghah(segumpal daging),selama itu pula,kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya dan mencatat 4(empat) hal yang sudah di tentukan,yakni:rezeki,ajal,amal,dan takdir baik dan buruk.......
(h.r Bukhori dan Muslim)

Kajian tentang asal-usul dan proses penciptaan manusia ini tidak hanya diambil dari Al-Qur’an dan Hadits akan tetapi dipadukan dengan buku-buku yang terkait dengan topik bahasan agar dapat ditarik sebuah kesimpulan yang benar.
C.Asal Usul Hewan dan Tumbuhan Menurut Al-Qur’an
Dan hal yang sama pun berlaku untuk hewan. Semua jutaan spesies hewan yang hidup, atau pernah hidup, di bumi, diciptakan oleh Allah. Ikan, reptil, burung, mamalia, kuda, jerapah, bajing, rusa, burung gereja, elang, dinosaurus, paus, dan merak, semuanya diciptakan dari ketiadaan oleh Allah, Tuhan yang memiliki kemahiran dan pengetahuan tak terhingga. Penciptaan aneka ragam spesies makhluk hidup oleh Allah disebutkan dalam sejumlah ayat:
            “Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendakiNya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
 (QS. An Nûr, 24: 45)

            “Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untukmu; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat, dan sebagiannya engkau makan.”
 (QS. An Nahl, 16: 5)
Dan Allah menciptakan manusia dengan cara yang tepat sama. Hal ini diungkapkan di dalam Al Qur’an bahwa Adam, manusia pertama, diciptakan dari tanah, dan semua manusia selanjutnya muncul dari satu sama lain lewat sejenis cairan hina (mani). Lebih jauh lagi, manusia memiliki ruh yang ditiupkan ke jasadnya, tidak seperti spesies-spesies lain di bumi. Al Qur’an mengatakan yang berikut tentang kebenaran penciptaan manusia:

“Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya, dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani).” (QS. As Sajdah, 32: 7-8)

Dia juga menciptakan bumi yang kita huni saat ini, dan membuatnya mampu mendukung kehidupan. Fakta ini diungkapkan di dalam ayat-ayat Al-Qur’an:
           

“Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung, dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rizki kepadanya.
 (QS. Al Hijr, 15: 19-20)
            “Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh, dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata.” (QS. Qâf, 50: 7)
            Ayat-ayat di atas menyampaikan bahwa semua tumbuhan diciptakan oleh Allah. Semua tumbuhan, baik yang diketahui maupun yang tidak, semua pohon, rumput, buah, bunga, rumput laut, dan sayuran diciptakan oleh Allah.


BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
            Sebenarnya manusia telah mencurahkan perhatian dan usaha yang sangat besar untuk mengetahui dirinya.Kendatipun kita memiliki pembendaharaan cukup banyak dari hasil penelitian para ilmuan,filosof,sastrawan,dan para ahli dibidang kerohanian sepanjang masa ini.Namun,kita hanyan mampu mengetahui beberapa segi tertentu dari kita.Kita tidak dapat mengetahui manusia secara utuh,yang kita ketahui hanyalah bahwa diri sandiri dari bagian-bagian tertentu,dan inipun pada hakikatnya di bagi oleh tatacara kita sendiri.
Asal Usul kehidupan yang diambil dari Al-Qur’an dan Al-Hadist yaitu di mulai dari penciptaannya dari tanah, yaitu penciptaan Adam sebagai Bapak umat manusia dan anak cucunya tercipta dari saripati tanah dan air mani yang dalam Al-Qur’an karena makanan yang dimakan manusia semuanya bersumber dari tanah. Kemudian makanan tersebut diolah menjadi air mani, lalu disalurkan ke dalam rahim dan menyatu dengan ovum perempuan dan berdiam disana, menetap dan berubah menjadi segumpal darah, selang beberapa waktu berubah lagi menjadi segumpal daging, kemudian Allah menyuruh malaikat untuk meniupkan ruh dan terciptalah janin dalam perut sang ibu sebagai calon manusia yang tinggal menunggu masa kelahiran.

2. Teori Asal Usul Kehidupan (Abiogenesis & Biogenesis, Evolusi Kimia dan Karakteristik Makhluk Hidup)

Teori Asal Usul Kehidupan (Abiogenesis & Biogenesis, Evolusi Kimia dan 
Karakteristik Makhluk Hidup)

A.  Teori Abiogenesis dan Biogenesis
  •   Teori Abiogenesis
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi23quMSGwLLxc9upWMjkq6unB24ToitI8VlP06uw0Bn-G8qtWKSlbt4EjXye5Uuoej5ELTGYOQCguP36M3Sjdx2m0dklZRIG9jJPmJBcu0O03w8_4zTOMkocIXiQQ4W8ZLuMVtFL34T8Rr/s1600/aristoteles.png







Aristoteles
Teori yang dikemukakan  Aristoteles ini menyatakan bahwa makhluk hidup tercipta dari benda 

tak hidup yang berlangsung secara spontan (generatio spontanea). Misalnya cacing dari tanah, 
ikan dari lumpur, dan sebagainya. Teori ini dianut oleh banyak orang selama beberapa 
abad.Aristoteles (384-322 SM), adalah seorang filsuf dan tokoh ilmu pengetahuan Yunani Kuno. 
Sebenarnya dia mengetahui bahwa telur-telur ikan yang menetas akan menjadi ikan yang 
sifatnya sama seperti induknya. Telur-telur tersebut merupakan hasil perkawinan dari induk-induk ikan. Walau demikian, Aristoteles berkeyakinan bahwa ada ikan yang berasal dari 
Lumpur.
Menurut penganut paham abiogenesis, makhluk hidup tersebut terjadi begitu saja secara spontan. 
Itu sebabnya, teori abiogenesis ini disebut juga generation  spontanea. Bila pengertian 
abiogenesis dan generation spontanea digabung, maka konsepnya menjadi: makhluk hidup yang 
pertama kali di bumi berasal dari benda mati / tak hidup yang terjadinya secara spontan 
(sebenarnya ini adalah dua teori yang berbeda, tetapi orang sudah kadung salah kaprah).
Paham abiogenesis bertahan cukup lama, yaitu semenjak zaman Yunani Kuno (ratusan tahun 
sebelum Masehi) hingga pertengahan abad ke-17, dimana Antonie Van 
Leeuwenhoek menemukan mikroskop sederhana yang dapat digunakan untuk mengamati 
makhluk-makhluk aneh yang amat kecil yang terdapat pada setetes air rendaman jerami. Oleh 
para pendukung paham abiogenesis, hasil pengamatan Antonie Van Leeuwenhoek ini seolah-olah memperkuat pendapat mereka tentang abiogenesis. Hasil pengamatan Anthoni ditulisnya 
dalam sebuah catatan ilmiah yang diberi judul “Living in a drop of water“. Tokoh lain 
pendukung teori ini adalah John Needham.

  • Teori Biogenesis
Teori ini bertentangan dengan teori abiogenesis, karena menganggap bahwa makhluk hidup 
berasal dari makhluk hidup yang sudah ada sebelumnya. Tiga tokoh terkenal pendukung teori ini 
adalah Francesco Redi, Lazzaro Spallanzani, dan Louis Pasteur.

1. Francesco Redi
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgG4zx3Jaitp5HyLFIu7zqG3-_Yh9NyLiuJdb4n-9BOUm9eNEb-mw1yk8zp9DBrAcA39TxF_eQhtRvtRsupu0udmKCPU9iTpdS6xrEy2PVchaa0ru7RD_HscTkwruq7o7Iv6NNC5Na1j-Pu/s1600/redi.pngRedi merupakan orang pertama yang melakukan eksperimen untuk membantah teori abiogenesis. 
Dia melakukan percobaan dengan menggunakan bahan daging segar yang ditempatkan dalam 
labu dan diberi perlakuan tertentu. 
  Labu I   :  diisi daging segar dan dibiarkan terbuka·
  Labu II   :  diisi daging segar dan ditutup dengan kain kasa·
  Labu III  :  diisi daging segar dan ditutup rapat·
Ketiga labu diletakkan di tempat yang sama selama beberapa hari. Hasilnya adalah sebagai 
berikut:
  Labu I   :  dagingnya busuk, banyak terdapat belatung·
  Labu II   :  dagingnya busuk, terdapat sedikit belatung·
  Labu III  :  dagingnya tidak busuk, tidak terdapat belatung·
Menurut Redi belatung yang terdapat pada daging berasal dari telur lalat. Labu ke III tidak 
terdapat belatung karena tertutup rapat sehingga lalat tidak bisa masuk. Sayangnya, meskipun 
tertutup rapat ternyata pada labu tersebut bisa muncul belatung. Ini disebabkan karena Redi tidak 
melakukan sterilisasi daging pada disain percobaannya.

2. Lazzaro Spallanzani
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKEIl1bbZqI5PY7jhH-G7E6YTkFXo8akchfEqCOhgG05fTPJLUKFZeE-Vfa92rg3RawEYu3eNTR98qid52qq7JY5ONU24IgIX-dBNmuhkpkgFtPJsMFRl4M4AChc9fCyl4cxPu75-gyeZB/s1600/lazaro.pngSpallanzani juga melakukan percobaan untuk membantah teori abiogenesis, tetapi menggunakan 
bahan kaldu. Disainnya sebagai berikut:
  Labu I   : diisi kaldu lalu dipanaskan dan dibiarkan terbuka·
  Labu II   : diisi kaldu, lalu ditutup dengan gabus yang disegel dengan lilin, kemudian ·
dipanaskan 
Setelah dingin kedua labu diletakkan di tempat yang sama.  Beberapa hari kemudian hasilnya 
sebagai berikut.
  Labu I   : berubah busuk dan keruh, banyak mengandung mikroba (bakteri)·
  Labu II  : tetap jernih, tidak mengandung mikroba·
Menurut Spallanzani mikroba yang tumbuh dan menyebabkan busuknya kaldu berasal dari 
mikroba yang beraada di udara. Pendukung paham abiogenesis keberatan dengan disain 
Spallanzani karena menurut anggapan mereka, labu yang tertutup menyebabkan gaya hidup 
(elan vital) dari udara tidak dapat masuk, sehingga tidak memungkinkan munculnya makhluk
hidup (mikroba).

3. Louise Pasteur
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg19rFFUzgmRkoarQhd6XXu4gtS3IEujCXYENutFIvLXsATQuhFofqJEQyohkN7btRp3dm-C5hm38GyghmmMALN77aWFi5FBHGnq_jjdyZZ1gxsk254J9YSa6wLhcEcp23Na90oLYTpuOSc/s1600/image7.pngPasteur menyempurnakan percobaan Redi dan Spallanzani. Ia menggunakan kaldu dalam labu 
yang   disumbat dengan gabus. Selanjutnya gabus tersebut ditembus dengan pipa berbentuk leher 
angsa (huruf S), kemudian dipanaskan. Setelah dingin dibiarkan beberapa hari kemudian diamati. 
Ternyata air kaldu tetap jernih dan tidak ditemukan mikroba.
Disain pipa yang berbentuk leher angsa tersebut memungkinkan masuknya gaya hidup dari 
udara, tetapi ternyata tidak didapati makhluk hidup dalam kaldu. Menurut Pasteur, 
mikroorganisme yang tumbuh dalam kaldu berasal dari udara. Mereka tidak bisa masuk karena 
terhambat oleh bentuk pipa. Hal ini bisa dibuktikan bila labu dimiringkan sedemikian rupa 
sehingga kaldu mengalir melalui pipa dan menyentuh ujung pipa, ternyata beberapa hari 
kemudian menyebabkan busuknya kaldu. 
Dengan demikian Pasteur telah membuktikan bahwa teori biogenesislah yang benar. Muncullah 
ungkapan :
“ omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo, omne vivum ex vivo”
yang artinya: makhluk hidup berasal dari telur, telur berasal dari makhluk hidup, makhluk hidup 
berasal dari makhluk hidup.

B.  Teori Evolusi Kimia
Para ahli geologi beranggapan bahwa pada mulanya keadaan suhu di permukaan bumi ini sangat 
tinggi. Akan tetapi, pada suatu saat bumi  mengalami pendinginan. Pada proses pemanasan dan 
pendinginan tersebut, banyak terbentuk bahan-bahan kimia. Bahan-bahan yang berat akan masuk 
ke dalam permukaan bumi karena adanya gaya gravitasi, sedangkan bahan-bahan yang ringan 
akan berada di bagian luar bumi yang disebut atmosfer.
Susunan isi atmosfer pada masa itu amat berbeda dengan susunan isi atmosfer sekarang. Pada 
atmosfer purba tidak tedapat unsure oksigen, karena pada suhu yang amat tinggi oksigen mudah 
bersenyawa dengan unsure-unsur lain.
Teori evolusi kimia dikemukakan oleh beberapa ahli berikut ini:

1.  A.I. Oparin (Rusia)
Dia adalah orang pertama yang mengemukakan bahwa evolusi zat-zat kimia telah terjadi 
sebelum kehidupan ini ada. Dalam bukunya “The Origin of Life”, dia mengemukakan bahwa 
asal mula kehidupan terjadi bersamaan dengan evolusi terbentuknya bumi dan atmosfernya. 
Atmosfer bumi mula-mula memiliki air, karbondioksida, metana, dan ammonia, namun tidak 
memiliki oksigen. Dengan adanya panas dari berbagai sumber energi, zat-zat tersebut mengalami 
serangkaian perubahan menjadi berbagai molekul organic sederhana. Senyawa-senyawa ini 
membentuk semacam campuran yang kaya akan materi-materi dalam lautan yang masih panas, 
yang disebut primodial soup. Bahan campuran ini belum merupakan makhluk hidup, tetapi 
bertingkah laku mirip seperti system biologi. Primodial soup ini melakukan sintesis dan 
membentuk molekul organic kecil atau monomer, misalkan asam amino dan nukleotida.  
Monomer-monomer lalu bergabung membentuk polimer, misalnya protein dan asam nukleat. 
Kemudian agregrasi ini membentuk molekul dalam bentuk tetesan yang disebut protobion. 
Protobion ini memiliki ciri kimia yang berbeda dengan lingkungannya.
Kondisi atmosfer masa kini tidak lagi memungkinkan untuk sintesis molekul organic secara 
spontan, karena oksigen atmosfer akan memecah ikatan kimia dan mengekstrasi electron.
Polimerasi atau penggabungan monomer ini dapat dibuktikan oleh Sidney Fox. Beliau 
melakukan percobaan dengan memanaskan larutan kental monomer organic yang mengandung 
asam amino pada suhu titik leburnya. Saat air menguap, terbentuk lapisan monomer yang 
berpolimerasi. Polimer ini oleh Sydney Fox disebut proteinoid. Selanjutnya dalam penelitiannya 
di laboratorium, proteinoid dicampur dengan air dingin dan akan membentuk gabungan 
proteinoid yang menyusun tetesan kecil yang disebut mikrosfer. Mikrosfer diselubungi oleh 
membrane selektif permeable.

2.  Harold Urey
Dia mengemukakan teori yang didasari atas pemikiran bahwa bahan organic merupakan bahan 
dasar organisme hidup, yang pada mulanya dibentuk sebagai reaksi gas yang ada di alam dengan 
bantuan energi.
Menurut teori Urey, konsep tersebut dapat dijabarkan atas 4 fase berikut ini:
Fase 1   : Tersedianya molekul metana, ammonia, hydrogen, dan uap air yang 
sangat banyak di atmosfer.
Fase 2    : Energi yang timbul dari aliran listrik, halilintar, dan radiasi sinar kosmis 
Fase 3    : merupakan energi pengikat dalam reaksi molekul metana, ammonia, 
hydrogen, dan uao air. Terbentuknya zat hidup yang paling sederhana.
Fase 4    : Zat hidup yang terbentuk berkembang dalam waktu jutaan tahun menjadi 
sejenis organisme yang lebih kompleks.

3. Stanley miller
Miller adalah murid Harold Urey yang juga tertarik terhadap masalah asal usul kehidupan. 
Didasarkan informasi tentang keadaan planet bumi saat awal terbentuknya, yakni tentang 
keadaan suhu, gas-gas yang terdapat pada  atmosfer waktu itu, dia mendesain model alat 
laboratorium sederhana yang dapat digunakan untuk membuktikan hipotesis Harold Urey. 
Kedalam alat yang diciptakannya, Miller memasukan gas Hidrogen, Metana, Amonia, dan Air. 
Alat tersebut juaga dipanasi selama seminggu, sehingga gas-gas tersebut dapat bercampur 
didalamnya. Sebagai pengganti energi aliran listrik halilintar, Miller mengaliri perangkat alat 
tersebut dengan loncatan listrik bertegangan tinggi. Adanya aliran listrik bertegangan tinggi 
tersebut menyebabkan gas-gas dalam alat Miller bereaksi membentuk suatu zat baru. Kedalam 
perangkat juga dilakukan pendingin, sehingga gas-gas hasil reaksi dapat mengembun.
Pada akhir minggu, hasil pemeriksaan terhadap air yang tertampung dalam perangkap embun 
dianalisis  secar kosmografi. Ternyata air tersebut mengandung senyawa organic sederhana, 
seperti asam amino, adenine, dan gula sederhana seperti ribose. Eksperimen Miller ini dicoba 
beberapa pakar lain,  ternyata hasilnya sama. 
Eksperimen Miller dapat memberikan petunjuk bahwa satuan-  satuan kompleks didalam sistem 
kehidupan seperti Lipida, Karbohidrat, Asam Amino, Protein, Mukleotida dan lain-lainnya dapat 
terbentuk dalam kondisi abiotik. Teori yang terus berulang kali diuji ini diterima para ilmuwan 
secara luas. Namun, hingga kini masalah utama tentang asal-usul kehidupan tetap merupakan 
rahasia alam yang belum terjawab. Hasil yang mereka buktikan barulah mengetahui 
terbentuknya senyawa organik secara bertahap, yakni dimulai dari bereaksinya gas -gas 
diatmosfer purba dengan energi listrik halilintar. Selanjutnay semua senyawa tersebut bereaksi 
membentuk senyawa yang lebih kompleks dan terkurung dilautan. Akhirnya membentuk 
senyawa yang merupakan komponen sel.  Dia berhasil membuktikan teori gurunya, Urey, dalam 
laboratorium dengan alat yang dinamakan perangkan percobaan “Stanley  Miller-Harold Urey”

4. Melvin Calvin
Dia menunjukkan bahwa radiasi sinar dapat mengubah metana, ammonia, hydrogen, dan air 
menjadi molekul-molekul gula dan asam amino, dan juga membentuk purin dan pirimidin, yang 
merupakan zat dasar pembentukan DNA, RNA, ATP, dan ADP.
Dari evolusi kimia dapat kita simpulkan bahwa senyawa anorganik yang ada di atmosfer 
mengalami perubahan sedikit demi sedikit membentuk senyawa organic. Senyawa organic itulah 
yang merupakan komponen dasar makhluk hidup.

C.  Karakteristik Makhluk Hidup
  Ciri-Ciri Makhluk HidupØ
Mengapa batu disebut makhluk tak hidup, sedangkan pohon disebut makhluk hidup? Ingatkah 
kamu bahwa hanya makhluk hidup yang mempunyai ciri-ciri hidup. Ciri-ciri  hidup tersebut 
adalah bernapas, bergerak, makan, mengeluarkan zat sisa, tumbuh, berkembangbiak, peka 
terhadap rangsang dan beradaptasi.

1.  Bernapas
Ciri utama makhluk dikatakan hidup yaitu bernapas. Ketika bernapas makhluk hidup menghirup 
oksigen (O2) dan menghembuskan karbon dioksida (CO2). Oksigen diperlukan untuk proses 
oksidasi zat makanan yang menghasilkan energi dan karbon dioksida. Energi berguna untuk 
menjalankan kegiatan hidup.
Reaksi oksidasinya sebagai berikut :
Zat makanan + oksigen —> energi + uap air + karbon dioksida.

2.  Bergerak
Ada dua macam gerak yaitu gerak aktif dan gerak pasif. Gerak aktif adalah gerak berpindah 
tempat misalnya dengan kaki, sayap dan sirip. Gerak pasif misalnya ditunjukkan oleh tumbuhan. 
Tumbuhan tidak dapat berpindah tempat, tetapi menggerakkan sebagaian tubuhnya.
Contohnya gerak daun menguncup, gerak batang menghadap cahaya, gerak akar mendekati 
sumber air serta gerak mekarnya bunga.

3.  Peka terhadap Rangsang
Makhluk hidup peka terhadap perubahan yang terjadi disekitarnya.  Alat pengenal lingkungan 
pada manusia dan hewan berupa indra. Indra peka terhadap rangsang. Rangsang dapat berupa 
cahaya, bunyi, bau, rasa atau sentuhan. Dengan adanya indra yang peka terhadap rangsang-rangsang tersebut, manusia dan hewan mempunyai kemampuan  melihat, mendengar, mencium, 
mengecap rasa dan menyentuh/meraba.
Tumbuhan tidak mempunyai alat indra, tetapi peka terhadap rangsang. Misalnya tumbuhan putri 
malu menguncupkan daunnya jika disentuh dan pertumbuhan batang kearah cahaya matahari.

4.   Makan
Makanan diperlukan oleh makhluk hidup sebagai sumber energi, untuk pertumbuhan dan 
mengganti sel-sel yang rusak. Tumbuhan hijau memperoleh makanan dengan memproduksi 
sendiri. Tumbuhan hijau sebagai produsen mengolah zat-zat anorganik menjadi zat organic 
melalui proses fotosintesis.
Fotosintesis adalah proses pembuatan makanan oleh tumbuhan hijau dengan bantuan cahaya.
Tumbuhan tak berhijau daun, hewan dan manusia tidak dapat membuat makanan sendiri. Mereka 
memanfaatkan makanan dari hasil fotosintesis tumbuhan hijau dan sumber  lain dari hewan dan 
alam.

5.  Mengeluarkan Zat Sisa
Dalam proses penyerapan makanan, terbentuklah zat sisa yang merupakan zat yang tidak 
terserap oleh tubuh. Zat-zat itu disebut zat sisa oksidasi biologis, misalnya air dan karbon 
dioksida.Berdasarkan aktivitas tubuh dan hasilnya, pengeluaran zat-zat sisa dibedakan atas : 
Ekskresi, Respirasi, Defekasi.
  Ekskresi, merupakan pengeluaran zat-zat sisa yang dilakukan oleh kulit dan ginjal. Ø
Kulit akan mengeluarkan zat sisa yang dinamakan keringat karena adanya kelenjar 
keringat di bawah kulit. Ginjal akan menyaring darah dan mengeluarkan zat sisa yang 
disebut urine.
  Respirasi, merupakan pengeluaran CO2 sebagai zat sisa proses respirasi yang Ø
dikeluarkan melalui hidung.
  Defekasi, merupakan pengeluaran  zat sisa pencernaan makanan yang berupa tinja Ø
(feses) melalui anus.

6.  Tumbuh
Makhluk hidup mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan meliputi perubahan 
ukuran tubuh, yaitu luas, tinggi dan berat. Perkembangan adalah perubahan menjadi dewasa.

7.  Berkembang Biak
Makhluk hidup berkembang biak untuk menghasilkan keturunan. Cara perkembangbiakan 
makhluk hidup berbeda-beda. Hewan berkembang biak antara lain dengan melahirkan, bertelur, 
bertelur-melahirkan, bertunas, fragmentasi atau membelah diri. Tumbuhan berkembang biak 
secara alami dan buatan.
Perkembangbiakan alami pada tumbuhan yaitu dengan biji (kawin) dan dengan tidak kawin, 
misalnya membelah diri, spora, tunas, umbi, geragih dan akar tinggal. Perkembangbikan 
tumbuhan secara buatan, misalnya stek, cangkok, runduk dan kultur jaringan.

8.  Beradaptasi
Makhluk hidup mampu beradaptasi dengan lingkungan. Macam-macam adaptasi makhluk hidup 
adalah adaptasi morfologi, adaptasi tingkah laku, dan adaptasi fisiologi.
Adaptasi morfologi adalah penyesuaian terhadap lingkungan yang berhubungan dengan bentuk 
tubuh atau alat tubuh. Contoh pada katak dan itik terdapat selapu renang pada kakinya untuk 
berenang.
Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku. 
Contoh : hewan bermigrasi ke lain tempat yang banyak sumber makanan.
Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku. Contoh : 
berkeringat saat cuaca panas.

Dari ciri-ciri tersebut diatas ada perbedaan ciri hidup yang dimiliki antara hewan/manusia 
dengan tumbuhan, anatara lain :
  Hewan/Manusia v
1.  Bergerak       : Melakukan gerak pindah tempat.
2.  Cara memperoleh makanan  : Tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof) . 
Bahan yg dimakan berupa zat organik.
3.  Pertumbuhan      : Hanya sampai batas usia tertentu
  Tumbuhanv
1.  Bergerak       :Tidak dapat berpindah tempat sendiri.
2.  Cara memperoleh makanan  : Dapat membuat makanan sendiri (autotrof), Bahan yang 
diperlukan untuk membuat makanan berupa zat anorganik
3.  Pertumbuhan      : Tumbuh terus menerus sampai mati. 

Sumber Materi
http://biologimediacentre.com/asal-usul-kehidupan-biogenesis-versus-abiogenesis-1-2/
http://kamusq.blogspot.com/2012/04/teori-asal-usul-kehidupan-biogenesis.html
http://id.shvoong.com/exact-sciences/1974420-teori-evolusi-kimia/
http://www.sarjanaku.com/2009/12/kata-pengantar-assalamualaikum.html
http://lisa-thornberrys.blogspot.com/2009/03/teori-evolusi-kimia.html
http://gurungeblog.wordpress.com/2009/01/02/asal-usul-kehidupanteori-generatio-spontaneateori-evolusi-biokimia/ 
http://gurungeblog.wordpress.com/2008/11/08/ciri-ciri-makhluk-hidup/

TUGAS

1. GEJALA RUMAH KACA

           Efek rumah kaca merupakan gejala peningkatan suhu dipemukaan bumi yang terjadi karena meningkatnya kadar CO2 (karbon dioksida) di atmosfer. Gejala ini disebut efek rumah kaca karena diumpamakan dengan fenomena yang terjadi di dalam rumah kaca. Pada rumah kaca, sinar matahari dapat dengan mudah masuk ke dalamnya. Sebagian sinar matahari tersebut digunakan oleh tumbuhan dan sebagian lagi dipantulkan kembali ke arah kaca. Sinar yang dipantulkan ini tidak dapat keluar dari rumah kaca dan mengalami pemantulan berulang-ulang. Energi yang dihasilkan meningkatkan suhu rumah kaca sehingga rumah kaca menjadi panas.
            Di bumi, radiasi panas yang berasal dari matahari ke bumi diumpamakan seperti menembus dinding kaca rumah kaca. Radiasi panas tersebut tidak diserap seluruhnya oleh bumi. Sebagian radiasi dipantulkan oleh benda-benda yang berada di permukaan bumi ke ruang angkasa. Radiasi panas yang dipantulkan kembali ke ruang angkasa merupakan radiasi infra merah. Sebagian radiasi infra merah tersebut dapat diserap oleh gas penyerap panas (disebut: gas rumah kaca). Gas penyerap panas yang paling penting di atmosfer adalah H2O dan CO2. Seperti kaca dalam rumah kaca, H2O dan CO2 tidak dapat menyerap seluruh radiasi infra merah sehingga sebagian radiasi tersebut dipantulkan kembali ke bumi. Keadaan inilah yang menyebabkan suhu di permukaan bumi meningkat atau yang disebut dengan pemanasan global (global warning).
  • Pertama
          Bahwa efek gas rumah kaca, sudah mereka ( Negara maju ) ketahui tidak hanya dalam dasa warsa belakangan ini, tapi sudah jauuuh dari dulu. Tapi anehnya baru dasa warsa belakangan ini mereka gerah, bahkan berteriak keras tentang hal tersebut. Dan menekan Negara-negara berkembang untuk segera mengurangi bahkan menghentikan laju gas rumah kaca tersebut. Sedangkan sudah diketahui, Revolusi Industri yang dilakukan Negara majulah penyumbang terbesar meningkatnya konsentrasi gas CO2 dan sejenisnya dalam beberapa abad belakangan ini ! Ini tidak beres.
  • Kedua
Dilihat dari efek yang ditimbulkan ( perubahan iklim dan terjadinya banyak bencana alam ) sebenarnya negara berkembanglah yang paling banyak terkena dampaknya dan menderita. Negara maju, meski juga terkena, tapi tidaklah separah Negara-negara berkembang. Sebagai Negara maju, yang notabene adalah kapitalis sejati, dan selalu berorientasi pada factor ekonomi maka hal ini adalah ANEH !
Sedangkan “biasanya” jika Negara berkembang semakin menderita, semakin terbuka peluang Negara maju tersebut memberikan bantuan dan mencengkeramkan pengaruhnya. ( Meskipun bantuan yang diberikan sebenarnya “tidak terlalu banyak“. Contoh : keseluruhan bantuan Amerika ke semua Negara-negara di Afrika adalah 1,8 Milyar Dollar US setahun. Bandingkan, bantuan yang diberikan kepada hanya untuk “mitranya” Israel guna memperkuat pertahanan negaranya, juga = 1,8 Milyar Dollar US setahun ! ).
Menjadi panas karna itu efek dari rumah kaca tersebut.

TULISAN
1.Kriteria Presiden Insonesia
Dan berikut ini 12 kriteria Presiden Indonesia versi saya sendiri, saya berharap dengan ini dapat membantu untuk menemukan seorang pemimpin yang baik, penuh tanggung jawab, dan dapat membawa Indonesia berkibar lebih tinggi.
1. Bekerja Keras, dan Memiliki Tanggung Jawab yang Besar
Ini sudah menjadi suatu syarat mutlak bagi seorang Presiden. Bagaimana mungkin seseorang yang tidak memiliki tanggung jawab, dan kerja keras dapat memimpin suatu Negara ? Dan jika itu terjadi, bagaimanakah nasib Negara tersebut ?
Di Indonesia, para pemimpinnya kurang bekerja keras dan terkadang tidak mau bertanggung jawab. Itulah sebabnya, mengapa Indonesia kurang sukses, mengingat Negara kita ini adalah Negara yang sangat potensial.
2. Bisa Membentuk Kerjasama yang Sangat Baik dengan Semua
Tanpa adanya kerjasama,organisasi sekecil apapun tidak akan sanggup untuk berjalan, apalagi ini bukanlah organisasi biasa, ini adalah sebuah Negara. Oleh karena itu, setiap pemimpin Negara, dituntut untuk dapat bekerjasama dengan semua yang terlibat dalam pembentukan Negara tersebut, dan menjaga jangan sampai terjadi perpecahan.
Kerjasama ini juga bisa dilakukan dengan Negara lain, dengan catatan kerjasama tersebut tidak merugikan kedua pihak.
3. Bersedia Menjalankan Janji pada saat Kampanye
Janji adalah hutang, dan itu semua harus dibayar dengan sebuah upaya dan kerja keras. Seorang pemimpin pasti akan berusaha untuk memenuhi janjinya, meskipun janji tersebut belum bisa terselesaikan secara maksimal, tapi setidaknya ada usaha yang mengiringinya.
Namun itu semua jarang sekali terjadi di Indonesia, kebanyakan pemimpin tidak mau menjalankan Janji mereka. Mereka mejadi pemimpin semata-mata hanya untuk gengsi dan materi belaka.
4. Memaksimalkan Potensi yang Dimiliki oleh Negara Kita ini
Memang, ini mungkin akan sedikit sulit dilakukan di Indonesia, mengingat luas Negara kita yang sangat besar, sehingga menyulitkan untuk mengawasi seluruh wilayah Indonesia. Tapi itu bukan berarti tidak mungkin. Presiden Indonesia harus mampu memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki.
Bayangkan, Jika seluruh wilayah Indonesia ini sudah modern, pelosok negri tidak lagi tertinggal, dan peralatan komunikasi dan yang lainnya sudah tercukupi, serta jika seluruh rakyat Indonesia yang kini hampir berjumlah setengah milyar dapat menjadi orang yang berkecukupan, dan memiliki pekerjaan tetap. Mungkin Indonesia akan bisa menjadi kiblat baru perekonomian dunia, menjadi Negara Adidaya.
5. Mengutamakan Pendidikan yang Murah dan Bermutu
Memang sekarang telah digalakkan program wajib belajar 9 tahun dengan banyak sekolah yang tidak mengharapkan biaya sepeser pun. Namun itu semua tidak diikuti dengan kualitas pendidikan yang baik, dan infrastruktur sekolah yang memadai.
Jika memang kualitas pendidikan di Negara kita ini sudah baik, kenapa masih banyak anak-anak yang putus sekolah ? Kenapa anak-anak Indonesia kurang mampu bersaing di level Internasional ?
Ingat, pribadi, watak, serta kecerdasan seorang anak itu sudah ditentukan semenjak masih sangat belia. Jika saat usia mudia anak-anak Indonesia tidak dididik dengan baik, sangat kecil kemungkinan Bangsa Indonesia bisa maju.
6. Mengutamakan Kepentingan Umum, Jauh di atas Kepentingan Pribadi
Seorang Presiden harus mau peduli dengan nasib rakyatnya, mereka harus mencoba menjadi rakyat jelata, sehingga mereka bisa mengerti bagaimana rasanya hidup menjadi rakyat jelata, dan bagaimana kerasnya hidup ini.
Mungkin tidak ada Presiden yang awalnya terlahir sebagai rakyat biasa, dengan hidup yang pas-pas an, kalaupun ada itu sangat jarang. Dan biasanya mereka juga akan melupakan bagaimana hidup sebagai rakyat biasa ketika mereka telah diangkat menjadi Presiden.
Menjadi pemimpin yang baik harus dimulai dari tingkatan yang paling kecil, itu untuk memberi mereka pengalaman dan gambaran mengenai apa yang harus mereka lakukan untuk ke depannya.
7. Melindungi Berbagai Macam Flora dan Fauna yang Terancam Punah
Sekarang telah banyak dibuat UU tentang perlindungan hewan dan tumbuhan, tapi itu semua menurutku tidak berjalan maksimal. Masih banyak orang di luar sana yang bebas berkeliaran untuk memburu hewan-hewan tersebut, sehingga banyak yang mati dan akhirnya punah.
Sangat disayangkan memang jika semakin banyak lagi hewan maupun tumbuhan khas Indonesia yang punah. Jikalau mereka belum punah, ini bisa dibentuk semacam kebun binatang, sehingga menarik minat para wisatawan untuk berkunjung, dan itu bisa menambah devisa Negara.
8. Membangun Bangsa Indonesia yang Mandiri
Menurutku Negara kita masih banyak bergantung pada Negara lain, ini bisa dilihat dari banyaknya barang Import di Negara kita. Seperti mobil, alat komunikasi, bahkan terkadang beras pun Indonesia masih mengimport dari Negara tetangga, padahal kita terkenal sebagai Negara agraris.
Presiden yang saya harapkan harus mau mencoba membangun Bangsa Indonesia yang mandiri, mungkin bisa dengan cara mengirimkan sebagian penduduk Indonesia untuk menuntut ilmu di Negara yang lebih maju.
9. Peduli Terhadap Lingkungan
Apa jadinya jika Presiden kita tidak peduli terhadap lingkungan ? Tentunya Negara kita akan jadi semakin kotor. Indonesia sekarang ini bisa dikategorikan sebagai Negara dengan jumlah sampah terbanyak di dunia. Lihat saja, banyak sekali sungai-sungai di Indonesia yang permukaannya sudah tertutup oleh sampah, dan pemerintah kita tidak segera bertindak untuk mengatasinya.
Banyak orang mengatakan bahwa kepedulian terhadap lingkungan berawal dari kesadaran di sendiri. Itu memang benar, namun seorang Presiden harus bisa menjadi panutan dan menjadi yang menyadarkan bagi rakyatnya untuk peduli terhadap lingkungan sekitar.
10. Ikut Memberantas Korupsi
Bukan menjadi rahasia umum lagi, bahwa Indonesia adalah salah satu Negara dengan tingkat kasus korupsi terbanyak di dunia, dan yang lebih ironis, angka itu tidak semakin menurun, melainkan semakin naik.
Itu juga salah satu sebab bangsa Indonesia belum bisa menjadi bangsa yang maju, uang Negara dipakai untuk kepentingan pribadi, bagaimana Indonesia bisa menjadi Negara bisa jika keadaannya terus seperti ini ?
Ini adalah tugas yang sangat berat yang harus diemban oleh Presiden kita kelak, namun saya percaya, jika Presiden tersebut terus berusaha untuk mencoba, pasti akan berhasil.
11. Dapat Mengambil Keputusan dalam Keadaan yang Sesulit Apapun
Misalkan suatu ketika Indonesia dilanda oleh sebuah tragedy alam yang sangat dahsyat, Presiden Indonesia waktu itu harus dapat mengambil keputusan terbaik untuk kembali membuat bangsa Indonesia stabil, baik dari segi ekonomi,maupun yang lainnya.
Di dalam kasus di atas, kita dapat mencontoh otoritas pemerintahan Jepang. Saat mereka diterjang tsunami dahsyat, mereka tidak terlalu mengharapkan uluran tangan dari para dermawan, mereka mencoba untuk bangkit senditi. Dan itu semua dimulai dari pemimpin mereka.
12. Takwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa
Kunci dari kritera-kriteria yang saya sebutkan di atas sebelumnya ada pada kriteria yang ini, yaitu Takwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa. Seorang manusia tidak akan bisa berguna tanpa bantuan-Nya, dan semua tenaga serta pikiran kita juga berasal dari Tuhan. Oleh karena itu, kita harus rajin beribadah dan bersyukur, agar kelak kepemimpinan kita diridhai oleh Tuhan.
Hanya ini menurut saya kriteria untuk presiden Indonesia di masa depan. Semoga dapat berguna untuk menemukan orang tersebut, dan dapat membawa Indonesia menjadi Negara yang maju dan sukses.
 2. Tiga Presiden Terdahulu beserta kelebihan dan kekuranganya
BJ.Habibie: Kelibihannya mampu membuat pesawat khusus Indonesia tapi kekurangannya banyak Pemerintahan yang berantakan
Megawati SP: Kepemimpinan yang bagus tapi malah menjual aset-aset Indonesia
Soeharto: Perkembangan yang bagus untuk kemajuan bangsa tapi banyak menghutang terhadap negara lain
3. Dua Biografi Calon Presiden

1. Prabowo Subianto
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhF3acCTBLXtKT-xyak7MKbfzq7h8xatdRfTe28yhUTjz12Wkmtgmfpq2kvEBLUGWDgHdC9GV_WzfUxRteVwd_BGKriYDjIIvF67u0MXOvapI9GuKQVHW2O6cyffFwoBBOWLbCY_0b5E_UO/s1600/prabowo+subianto.jpg

Nama : Prabowo Subianto
Lahir : Jakarta, 17 Oktober 1951
Agama : Islam
Pendidikan:SMA: American School In London, U.K. (1969); Akabri Darat Magelang (1970-1974); Sekolah Staf Dan Komando TNI-AD
Kursus/Pelatihan: Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (1974); Kursus Para Komando (1975); Jump Master (1977); Kursus Perwira Penyelidik (1977); Free Fall (1981)
Counter Terorist Course Gsg-9 Germany (1981); Special Forces Officer Course, Ft. Benning U.S.A. (1981)
Jabatan: Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (1996-1998); Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat (1998); Komandan Sekolah Staf Dan Komando ABRI (1998)
Jabatan Sekarang: Ketua Umum HKTI periode 2010-2015; Ketua Umum HKTI periode 2008-2013; Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) periode 2007-2011; Komisaris Perusahaan Migas Karazanbasmunai di Kazakhstan; Komisaris Utama PT Tidar Kerinci Agung (Perusahaan Produksi Minyak Kelapa Sawit), Jakarta, Indonesia; Presiden Dan Ceo PT Nusantara Energy (Migas, Pertambangan, Pertanian, Kehutanan Dan Pulp) Jakarta, Indonesia; Presiden Dan Ceo PT Nusantara Energy (Migas, Pertambangan, Pertanian, Kehutanan Dan Pulp) Jakarta, Indonesia; Presiden Dan Ceo PT Jaladri Nusantara (Perusahaan Perikanan) Jakarta, Indonesia.

Jokowi
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipDer0EhfawiDU1rScqUBLSHaAI9wj58ZXy_BeW9-__TJvhkDHKnQD1QoKthL-HZj6ZttoiM9afUesD1C0l1_EaXEGjGo3jNfiG2l-vdrr7ZECA52ABrS5ivvJGUJtXOzWtsBkfAtWh9gR/s1600/jokowi.jpg

Profil Jokowi
Nama Lengkap: Ir. Joko Widodo
Nama Populer: Jokowi
Tanggal dan Tempat Lahir: 21 Juni 1961, Surakarta (Solo), Jawa Tengah, Indonesia
Agama: Islam
Hobi: Musik Rock
Riwayat Pendidikan: SDN 111 Tirtoyoso Solo; SMPN 1 Solo; MAN 6 Solo; Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta lulusan 1985 S1 Universitas Gadjah Mada
Pekerjaan: Gubernur DKI
Partai: PDI perjuangan