Matematika & Ilmu Alamiah Dasar
Jurusan Psikologi
MINGGU KE 3
BAB 2
RUANG LINGKUP IPA
A.Tentang Alam
Semesta Dan Isinya Baik Mikrokosmos Maupun Makrokosmos
a. Alam Semesta
Pengertian alam semesta mencakup mikrokosmos dan makrokosmos. Mikrokosmos
adalah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat kecil. Sedangkan
makrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat besar.
b. Mengenal Alam
Semesta Dan Isi Alam Semesta
1. Mengenal Alam Semesta
a)
Mikrokosmos
Mikroskop yang mempunyai perbesaran seribu kali dapat dipergunakan untuk
mengamati Euglena. Euglena ialah organisme bersel tunggal dan dapat diambil
sebagai contoh dari prilaku sel dan sebagai suatu kesatuan. Dari organisme ini
ternyata dapat diterapkan pada organisme tinggkat tinggi seperti manusia,
sehingga proses kehidupan dapat dipelajari. Mempelajari mikrokosmos benar-benar
menakjubkan karena dalam ukuran yang sangat kecil. Kenyataan awal
kehidupan yang di pelajari pada mikrokosmos sama menariknya dalam dunia makrokosmos
yang berukuran sangat besar sebagai awal perkenalan untuk alam semesta.
b)
Makrokosmos
Setelah Galilie (1564-1642) menemukan teleskop, makin banyak benda langit
ditemukan. Teleskop refraktor yang di temukannya mampu menjadikan mata manusia
lebih tajam dalam mengamati benda langit yang tidak bisa diamati melalui mata
telanjang. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi lima abad yang lalu
membawa manusia untuk memahami benda-benda langit yang terbebas dari selubung
mitologi.
Keindahan benda langit sangat menarik perhatian, sehingga banyak teori yang
telah dikemukakan oleh para ilmuwan mengenai cara terbentuknya tata surya. Pada
awal abad 20 salah satu teori menyatakan bahwa planet-planet terbentuk dari
sebagian bahan matahari yang terlempar keluar yang disebabkan oleh adanya
bintang lain yang bergerak mendekati matahari. Akibatnya terjadi gaya tarik
antara matahari dengan bintang-bintang. Dari gaya tarik-menarik inilah yang
menyebabkan sebagian bahan matahari terlempar keluar, dan membentuk planet.
2. Umur Alam Semesta
Ahli fisika menyakini bahwa jagad raya atau alam semesta ini berawal dari
unsure nitrogen, sedangkan unsure-unsur lainnya merupakan sintesis yang terjadi
di bagian dalam planet, awal sintesis bumi diperkirakan 15 milyard tahun yang
lalu.
c. Isi Alam Semesta
a)
Matahari Sebagai
Pusat Tata Surya
Matahari adalah sebuah bintang yang menjadi pusat tata surya kita. Matahari
tergolong bintang karena memancarkan cahayanya sendiri. Matahari dikelilingi
oleh planet-planet karena gravitasi(gaya tarik) matahari sangat besar, matahari
merupakan bola gas yang bercahaya. Suhu pada permukaannya lebih kurang 6.000˚C, sedangkan pada
bagian dalamnya lebih panas lagi, yaitu kira-kira 15 juta˚C. diameternya
kira-kira 109 kali diameter bumi, dan letaknya lebih kurang 150 juta km dari
bumi kita . matahari merupakan benda langit yang memancarkan cahaya sendiri.
Oleh karena itu, matahari disebut juga sumber cahaya atau bintang.
b)
Planet-planet
Perbedaan planet dan bintang adalah bintang mempunyai cahaya sendiri
sedangkan planet tidak mempunyai cahaya sendiri. Planet adalah benda langit
yang tidak mempunyai cahaya sendiri dan planet hanya memantulkan cahaya dari
bintang. Apabila diamati planet-planet tidak berkedip-kedip, sedangkan bintang
selalu berkedip-kedip.
c) Satelit
Satelit adalah benda langit yang mengiringi planet-planet selama planet
mengelilingi matahari. Satelit bergerak (beredar) mengelilingi planetnya
masing-masing. Oleh karena itu, satelit disebut juga pengiring planet. Ada dua
jenis satelit, yaitu satelit alam dan satelit buatan. Satelit alam adalah
satelit yang secara alami sudah ada mengiringi berbagai planet dan bukan di
ciptakan ataupun di ciptakan oleh manusia. Sedangkan satelit buatan adalah
satelit yang sengaja dibuat oleh manusia dan diluncurkan ke angkasa untuk
tujuan tertentu dengan menggunakan roket. Satelit buatan adalah satelit yang
biasanya digunakan untuk tujuan-tujuan tertentu dan dibuat oleh manusia.
d)
Meteorid
Meteorid adalah benda yang melayang-layang di angkasa luar. Benda ini
tersusun dari batuan kecil yang sangat banyak. Meteorid yang terlalu dekat
dengan bumi dapat terpengaruh gaya tarik bumi dan masuk ke atmosfer bumi. Saat
memasuki atmosfer bumi, meteorid akan bergesekan dengan udara sehingga menimbulkan
bunga api. Meteorid yang berpijar bergerak cepat dan tampak sebagai bintang
jatuh atau bintang beralih atau yang disebut meteor.
e)
Komet
Komet adalah badan tata surya kecil, biasanya hanya berukuran beberapa
kilometer, dan terbuat dari es volatile. Menurut buku lain komet adalah benda
langit yang mengelilingi matahari dengan garis edar atau orbit yang berbentuk
sangat lonjong dan menyerupai bintang. Komet memiliki cahaya sendiri dan juga
memantulkan cahaya matahari. Oleh sebab itu, komet tampak berpijar dan memiliki
ekor cahaya. Sehingga komet juga disebut bintang berekor.
Saat sebuah komet memasuki tata surya bagian dalam, kedekatan jaraknya dari
matahari menyebabkan permukaan esnya bersublimentasi dan berionisasi, yang
menghasilkan koma,ekor gas, dan debu panjang, yang sering dapat dilihat dengan
mata telanjang. Dan saat mendekati matahari, komet mendapatkan dorongan angin
matahari sehingga ekornya yang berpijar berada di belakangnya. Komet terdiri
dari kumpulan debu dan gas yang dapat membeku jika jauh dari matahari. Ekor
komet selalu mendekati matahari. Pada saat komet bergerak mendekati matahari,
ekornya berada dibelakang. Sedangkan pada saat komet bergerak menjahui
matahari, ekornya berada di depan. Panjang ekor komet mencapai jutaan kilometer.
Semakin mendekati matahari maka semakin panjang juga ekor komet.
f)
Asteroid atau
Planetoid
Asteroid atau Planetoid ialah benda-benda langit berukuran kecil yang
mengelilingi matahari pada lintasan tertentu. Asteroid secara umum adalah objek
tata surya yang terdiri atas batuan dan mineral logam beku. Gradasi ukuran
asteroid adalah ratusan kilometer sampai mikroskopis pada semua asteroid
kecuali ceres yang terbesar. Bentuk sisinya tidak beraturan sehingga orang
mengatakan bahwa asteroid adalah pecahan-pecahan sebuah benda langit.
Bentuk lintasanya menyerupai lingkaran dan kebanyakan berada di sabuk
asteroid yang berada di antara orbit Mars dan Yupiter, yang terdapat kumpulan
batuan metal,dan mineral. Kebanyakan asteroid ini hanya berdiameter beberapa kilometer
, dan beberapa memiliki diameter 100 km atau lebih. Sabuk asteroid utama
terletak di antara orbit mars dan yupiter, berjarak antara 2,3 dan 3,3 SA dari
matahari. Asteroid terbesar yang telah ditemukan ialah ceres dengan
diameter 770 km.
B. Teori Tentang Terjadinya Alam Semesta
a.
Teori Steady State
Teori ini
berpendapat bahwa materi yang hilang melalui resesi galaksi-galaksi, karena
pengembungan alam yang berlangsung terus menerus digantikan oleh materi yang
baru saja tercipta sehingga alam semesta yang terlihat tetap berada dalam
keadaan tidak berubah (stady state), artinya bahwa materi secara terus menerus
tercipta diseluruh alam semesta.. Teori ini sama sekali tidak menyebut
peristiwa awal yang bersifat khusus pada waktu atau ruang. Tidak ada awal
maupun akhir karena materi diperbarui secara terus menerus di satu tempat
sementara di tempat lain dihancurkan.
b.
Teori Ekspansi dan Kontraksi
Teori ini
berpendapat bahwa ada suatu siklus di jagat raya. Satu siklus mengalami satu
masa ekspansi dan satu masa kontraksi. Satu siklus diperkirakan berlangsung
selama 30 milyar tahun. Dalam masa ekspansi terbentuklah galaksi-galaksi serta
bintang-bintang di dalamnya. Ekspansi ini diakibatkan oleh adanya reaksi inti
hydrogen yang pada akhirnya membentuk unsur-unsur lain yang komplek. Pada masa
kontraksi, galaksi-galaksi dan bintang-bintang yang telah terbentuk meredup dan
unsure-unsur yang telah terbentuk menyusut dengan mengeluarkan tenaga berupa
panas yang sangat tinggi. Disebut juga Oscillating Theory (teori mengembang dan
memampat).
c.
Teori Big -Bang
Keberadaan
awal pada peristiwa besar ini melengkapi ketidaktahuan manusia tentang awal
mula alam semesta dan merupakan bahan dari spekulasi sesungguhnya yang
mempunyai dasar kuat. Teori ini mengasumsikan sekitar 15 milyar tahun lalu
dimulai dari ledakan yang dahyat dan dilanjutkan dengan pengambangan alam
semesta. Point penting 9 dari semua peristiwa ini adalah waktu, materi, energi
dan ruang merupakan satu keterpaduan. Kejadian ini bukan ledakan biasa tetapi
cukup memenuhi semua peristiwa dari ruang dengan semua partikel yang menjadi
embrio alam semesta yang mendesak keluar dari masing-masing yang lain.
Telah
dijelaskan sebelumnya Big bang adalah teori ilmu pengetahuan yang menjelaskan
perkembangan dan bentuk awal dari alam semesta. Ide sentral dari teori ini
adalah bahwa teori relativitas umum dapat dikombinasikan dengan hasil
pemantauan dalam skala besar pada pergerakan galaksi terhadap satu sama lain,
dan meramalkan bahwa suatu saat alam semesta akan kembali atau terus.
Konsekuensi alami dari Teori Big Bang yaitu pada masa lampau alam semesta punya
suhu yang jauh lebih tinggi dan kerapatan yang jauh lebih tinggi.
Teori
Big-Bang juga dikenal teori Super Dense, menyatakan bahwa jika alam semesta
mengembang pada skala tertentu, maka ketika kita pergi kembali ke dalam waktu,
kelompok-kelompok galaksi akan semakin mendekat dan tentu akan sampai pada
suatu saat di mana semua materi, energi dan waktu yang membentuk alam semeseta
terkonsentrasi pada suatu tempat dalam bentuk gumpalan yang sangat padat (
super dense agglomeration). Dengan bekerja mundur , dari peringkat resesi
galaksi-galaksi yang teramati, ditemukan bahwa galaksi-galaksi itu diduga telah
berada berdekatan satu sama lain sekitar 12 milyar tahun yang lalu.
Dipostulasikan bahwa saat ini ledakan hebat menyebabkan alam semesta mengembang
1030 kali atau lebih dari ukuran aslinya, sebagai akibatnya gumpalan yang
sangat padat dari materi dan energi berserakan menjadi banyak bagian yang semuanya
berjalan dengan kecepatan berbeda-beda ke arah berbeda-beda pula. Hasil dari
ledakan ini berkondensasi membentuk benda-benda langit seperti yang ada
sekarang. Pengembangan alam alam yang teramati ini merupakan kelanjutan dari
proses ini. Teori berkonsentrasi pada peristiwa spesifik sebagai „awal‟ alam semesta dan menampilkan suatu evolusi progresif sejak titik itu
hingga sekarang. Selama satu abad terakhir, serangkaian percobaan, pengamatan,
dan perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan teknologi mutakhir, telah
mengungkapkan tanpa ragu bahwa alam semesta memiliki permulaan. Para ilmuwan
telah memastikan bahwa alam semesta berada dalam keadaan yang terus mengembang.
Dan mereka telah menyimpulkan bahwa, karena alam semesta mengembang, jika alam
ini dapat bergerak mundur dalam waktu, alam semesta ini tentulah memulai
pengembangannya dari sebuah titik tunggal. Sungguh, kesimpulan yang telah
dicapai ilmu pengetahuan saat ini adalah alam semesta bermula dari ledakan
titik tunggal ini. Ledakan ini disebut Dentuman Besar atau Big-bang.
C. Anggota Sistem Tata Surya Seperti Bintang, Matahari,
Planet, Asteroid, Komet, Dan
Meteor
a.
Matahari
Anggota tata
surya yang pertama yakni Matahari, adalah sebuah bintang yang berada di antara
sekitar 100.000.000.000 bintang lain dalam galaksi Bima Sakti. Massa Matahari merupakan bola gas pijar,
terdiri atas Hidrogen (H)
(sekitar 80%), Helium (He)
(19%), dan sisanya merupakan gabungan unsur-unsur Oksigen (O2), Magnesium (Mg), Nitrogen (N), Silikon
(Si), Karbon (C), Belerang
(S), Besi
(Fe), Natrium (Na), Kalsium (Ca), Nikel (Ni), dan beberapa unsur mikro lainnya yang persentasenya
kecil. Suhu di permukaan Matahari diperkirakan sekitar 5.000°C – 6.000°C,
sedangkan pada bagian intinya mencapai 14.000.000°C. Suhu Matahari yang sangat
tinggi ini berasal dari reaksi nuklir maha dahsyat yang mengubah inti Hidrogen
menjadi Helium. Suhu di permukaan Matahari ini cukup untuk memanasi dan mem
berikan kehidupan makhluk di Bumi yang jaraknya sekitar 150 juta kilometer.
Menurut pengamatan para ahli astronomi, diameter (garis tengah) Matahari
diperkirakan sekitar 1.400.000 km atau lebih dari 100 kali ukuran bola Bumi.
Seperti
halnya Bumi dan planet-planet lainnya, matahari memiliki berbagai lapisan.
Matahari tersusun atas beberapa bagian, yaitu sebagai berikut :
1.
Inti
Memiliki
tekanan 200 miliar kali tekanan permukaan bumi membuat ion hidrogen berfungsi
menjadi helium.
2. Zona radiasi
Merupakan
zona pantulan energi yang berasal dari inti sebelum muncul ke permukaan.
3.
Zona konveksi
Energi dari
zona radiasi memasuki lapisan gas yang lebih dingin di zona konveksi. Gas yang
panas naik ke permukaan, kemudian menurun dan jatuh kembali menjadi arus
konveksi yang bergolak.
4.
Fotosfer
Sebagian
sinar Matahari yang terlihat berasal dari fotosfer yang tebalnya sekitar
300–400 km.
5.
Kromosfer
Lapisan
bawah atmosfer berisi gas menyala seperti kawah pijar.
6.
Prominensa
Letusan
besar dari korona (lidah api) yang meluas ke luar puluhan ribu kilometer,
mempunyai hubungan yang sama dengan gangguan pada magnetik Matahari
b. Planet Dan
Satelit Alam
Pada awalnya
dalam sistem tata surya (solar system)
terdapat sembilan planet. Namun, sejak diselenggarakannya pertemuan International Astronomical Union (IAU) ke-26
di Praha, Republik Ceko, pada 24 Agustus 2006 disepakati bahwa terdapat delapan
planet dalam sistem tata surya. Delapan planet tersebut beredar mengelilingi
Matahari dengan periode revolusi yang berbeda. Kedelapan planet tata surya
tersebut yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan
Neptunus. Pluto yang sebelumnya masuk ke dalam gugusan planet dalam tata surya
hanya disetarakan dengan objek-objek kecil tata surya dengan garis orbit yang
sudah pasti. Pusat Planet Minor (MPC) telah mendaftarkan bekas planet
kesembilan itu sebagai asteroid ke-134340.
1.
Merkurius
Merkurius
merupakan planet terdekat ke Matahari, rata-rata jaraknya yaitu sekitar
58.000.000 kilometer. Dilihat dari ukurannya, Merkurius merupakan planet
terkecil. Diameternya diperkirakan sekitar 4.862 kilometer. Periode rotasi
Merkurius menghabiskan waktu 59 hari, sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk
satu kali revolusi mengelilingi Matahari adalah 88 hari. Atmosfer planet ini
sangat tipis, tersusun dari gas Helium.
2.
Venus
Planet kedua
dengan jarak terdekat ke Matahari adalah Venus, dengan rata-rata jarak ke
Matahari sekitar 108.000.000 kilometer. Dilihat dari diameternya, ukuran Venus
hampir sama dengan Bumi yaitu sekitar 12.190 kilometer. Waktu yang dibutuhkan
untuk satu kali rotasi adalah 243 hari, sedangkan periode revolusi Venus
mengedari Matahari lebih singkat, yaitu 225 hari. Hal yang cukup menarik dari
Venus adalah arah gerak rotasinya yang berlawanan dengan planet-planet lain.
Sebagaimana kita ketahui bahwa hampir semua planet dalam tata surya berotasi
berlawanan dengan arah jarum jam, tetapi Venus dan Uranus berotasi searah jarum
jam. Suhu permukaan Venus sangat tinggi, yaitu mencapai 480°C dengan tekanan
udara 100 kali lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan di permukaan Bumi. Suhu
yang tinggi ini diakibatkan oleh atmosfer Venus yang terdiri atas gas karbon dioksida (CO2). Zat tersebut
berperan sebagai gas rumah kaca yang berfungsi menahan energi panas yang
dipancarkan Matahari.
3.
Bumi
Bumi dengan
rata-rata panjang diameter 12.725 kilometer merupakan satu-satunya planet dalam
tata surya yang ditempati oleh manusia dan makhluk hidup lainnya. Hal ini
sangat berkaitan dengan persyaratan hidup bagi organisme, seperti ketersediaan
air, oksigen, dan sumber bahan makanan. Jarak rata-rata dari Bumi ke Matahari
sekitar 149.600.000 kilometer. Periode rotasi Bumi adalah 23 jam 56 menit (satu
hari), sedangkan periode revolusi Bumi mengelilingi Matahari memakan waktu 365¼
hari (satu tahun). Atmosfer Bumi tersusun oleh dua gas utama, yaitu Nitrogen dan Oksigen, di samping gas-gas lain dalam jumlah yang relatif
kecil. Bumi memiliki satu satelit alam, yaitu Bulan.
4.
Mars
Mars dikenal
dengan sebutan planet merah.
Wilayahnya terdiri atas perbukitan, gunung, lembah, dan kawah yang gersang.
Rata-rata jarak dari Mars ke Matahari adalah sekitar 228.000.000 kilometer.
Periode rotasi planet merah ini hampir sama dengan Bumi yaitu 24,6 jam,
sedangkan periode revolusi memakan waktu sekitar 1,9 tahun. Atmosfer Mars
tersusun oleh gas karbon dioksida (CO2).
Planet ini memiliki dua satelit alam, yaitu Deimos dan Fobos.
5.
Yupiter
Planet
terbesar dalam sistem tata surya kita adalah Yupiter, dengan panjang diameter
142.860 kilometer. Rata-rata jarak Jupiter ke Matahari adalah 779.000.000
kilometer. Sebagian besar massa planet raksasa ini terdiri atas gas Hidrogen, Helium, Metan (CH4),
dan Amoniak (NH3). Hal ini
menyebabkan kepadatan Yupiter sangat rendah, yaitu hanya sekitar ½ kali
kepadatan Bumi. Periode rotasi Yupiter memerlukan waktu paling singkat
dibandingkan dengan planet-planet lain, yaitu sekitar 9,8 jam. Adapun waktu
revolusinya memakan waktu sekitar 11,9 tahun. Hal yang cukup menarik dari
keberadaan planet Yupiter adalah adanya bercak merah di sekitar ekuator planet
ini, yang berdasarkan perhitungan para ahli astronomi memiliki ukuran sekitar
50.000 kilometer. Lokasi bercak ini senantiasa berubah-ubah. Berdasarkan hasil
pengamatan, ternyata bercak tersebut merupakan badai topan yang sangat hebat di
atas atmosfer Yupiter dengan kecepatan putaran sangat tinggi. Yupiter memiliki
16 satelit. Beberapa di antaranya adalah Io, Europa, dan Callisto. Planet
terbesar dalam sistem tata surya.
6.
Saturnus
Planet kedua
terbesar setelah Yupiter adalah Saturnus, dengan diameter sekitar 120.000
kilometer. Rata-rata jarak antara Saturnus ke Matahari adalah 1.428.000.000
kilometer. Saturnus merupakan planet terindah dengan ribuan cincin mengelilingi
tubuhnya. Waktu yang dibutuhkan Saturnus dalam melakukan satu kali rotasi
adalah sekitar 10,6 jam, sedang kan periode revolusinya memakan waktu sekitar
29,5 tahun.
Planet
Saturnus, salah satu planet bercincin dalam sistem tata surya. Seperti halnya
Yupiter, atmosfer Saturnus tersusun oleh gas utama Metan dan Amoniak.
Planet ini memiliki 18 satelit alam, beberapa di antaranya yaitu Titan, Hyperion, Phoebe, Mimas, Tethys, Calypso, Enceladus,
dan Iapetus.
7.
Uranus
Planet
Uranus merupakan satu di antara planet dalam keluarga Matahari yang memiliki
keunikan tersendiri. Planet tersebut memiliki cincin tipis dengan lebar sekitar
1 meter, bidang ekuatornya hampir tegak lurus terhadap garis edar planet
mengelilingi Matahari (ekliptika).
Hal ini mengakibatkan arah rotasinya sangat berbeda dengan planetplanet lain,
yaitu searah jarum jam. Sebagaimana kita ketahui bahwa semua planet berotasi
dari barat ke timur, kecuali Venus (dari timur ke barat).
Rata-rata
jarak antara planet Uranus ke Matahari adalah 2.875.000.000 kilometer. Periode
waktu yang dibutuhkan untuk satu kali rotasi adalah 24 jam, sedangkan periode
revolusi Uranus mengedari Matahari memerlukan waktu sekitar 84 tahun. Atmosfer
Uranus tersusun atas dua gas utama, yaitu Hidrogen dan Metan.
Planet ini memiliki lima satelit alam, yaitu Ariel, Umbriel, Titania, Oberon, dan Miranda.
8.
Neptunus
Neptunus
merupakan planet kedua terjauh dari Matahari. Ratarata jaraknya dari Matahari
adalah sekitar 4.500.000.000 kilometer. Jarak yang sangat jauh ini
mengakibatkan periode revolusi Neptunus memakan waktu yang sangat lama, yaitu
sekitar 165 tahun. Adapun waktu yang diperlukan dalam satu kali rotasi adalah
22 jam.
Permukaan
planet Neptunus ketika difoto dari pesawat ulang alik Voyager 2. Diameter planet Neptunus cukup panjang yaitu sekitar
48.600 kilometer. Massa Neptunus diselubungi oleh atmosfer yang tersusun atas
gas Amoniak dan Metan. Planet ini memiliki dua
satelit alam, yaitu Triton dan
Nereid.
c.
Komet
Komet lebih
dikenal dengan istilah bintang berekor yang senantiasa datang mengunjungi
Matahari dan keluarganya secara periodik. Sebagian besar tubuh komet dibentuk
oleh berbagai gas,termasuk Sianogen (CN),
Karbon (C), Karbon monoksida (CO), Nitrogen (N2), Hidroksil (OH), dan Nitrogen Hidrid (NH). Berdasarkan
sifat fisiknya, tubuh komet terdiri atas dua bagian, yaitu inti dan ekor.
Sebelum
mendekati Matahari, komet terdiri atas batuan dan es. Debu dan gas menyembur
dari intinya, lalu terbentuklah kepala komet (koma) dan ekornya. Komet
mengedari Matahari dengan bidang orbit yang berbedabeda. Ada yang berbentuk
elips sangat pipih, parabola, bahkan hiperbola. Pada saat komet sangat dekat dengan
Matahari sebagian partikel-partikel tubuhnya mencair karena panas Matahari dan
membentuk ekor yang semakin dekat Matahari, ekor komet tersebut semakin
panjang. Adapun pada saat jaraknya jauh dari Matahari hampir semua bagian
tubuhnya membeku sehingga tidak terdapat lagi ekor. Beberapa contoh komet yang
pernah dilihat oleh manusia antara lain sebagai berikut :
d.
Meteor
Benda langit
anggota tata surya lainnya adalah Meteor,
yaitu benda langit di angkasa baik terdiri atas senyawa logam maupun batuan. Jika
meteor masuk ke dalam atmosfer Bumi, akan terjadi gesekan yang sangat kuat
antara massa meteor dan partikel-partikel atmosfer. Gaya gesek ini
mengakibatkan meteor terbakar sehingga terlihat dari Bumi sebagai bintang yang
jatuh dari angkasa. Jika meteor sampai ke permukaan Bumi, dinamakan meteorit. Benturan atau tumbukan yang sangat kuat antara meteorit yang
jatuh dengan permukaan bumi, dapat mengakibatkan terjadinya cekungan muka Bumi
menyerupai kawah. Seperti pernah terjadi di daerah Winslow Arizona, Amerika
Serikat, yang dikenal dengan Barringer
Crater.
e.
Asteroid
Asteroid
adalah benda-benda langit kecil sejenis planet yang tersebar di antara orbit
planet Mars dan Yupiter, yaitu kira-kira 500 juta kilometer dari Matahari dari
Bumi. Asteroid tampak bersinar karena benda ini sama seperti planet, menerima
dan memantulkan cahaya Matahari. Beberapa contoh asteroid adalah Trojan, Apollo, dan Cerres.
D. Planet Bumi Sebagai Bagian Dari Sistem Tata Surya
a.
Bentuk Dan Ukuran
Bumi
Bentuk
bumi yang bulat menyebabkan benda-benda yang bergerak menjauhi seorang pengamat
di permukaan bumi akan tampak seolah-olah tenggelam di balik ufuk. Bumi apabila
dilihat dari angkasa luar akan tampak berwarna kebiru-biruan, sehingga disebut
sebagai planet biru. Warna kebiru-biruan tersebut disebabkan oleh keadaan di
bumi sendiri yaitu karena 70 % permukaan bumi berupa laut dan samudra. Selain
itu, susunan dan ketebalanangkasanya juga menentukan ciri khas penampakannya.
Pada
saat ini telah diketahui bahwa garis tengah bumi adalah 12.714 km dari kutub ke
kutub dan 12. 757 km di sepanjang garis khatulistiwa.
b. Gerak Rotasi Bumi
Gerak
bumi yang berputar mengitari porosnya sendiri disebut gerak rotasi bumi. waktu
yang diperlukan bumi untuk berotasi satu kali mengitari porosnya adalah 1 hari
atau 24 jam (tepatnya 23 jam, 56 menit 4,09 detik). Arah rotasi bumi adalah
“arah timur” yaitu dari barat ke timur. Gerak rotasi bumi yang arahnya ke timur
mengakibatkan pada siang hari matahari seolah-olah bergerak dari timur ke
barat, demikian juga dengan bulan dan bintang di malam hari. Gerak benda-benda
langit disebut gerak harian langit atau sering disebut gerak semu harian.
Bintang dalam gerak hariannya akan kembali pada tempat yang sama di bola langit
setelah menempuh waktu yang sama dengan periode rotasi bumi.
Akibat
rotasi bumi terhadap porosnya yaitu pergantian siang dan malam hari, gerak semu
harian benda langit, pengembungan di khatulistiwa dan pemepatan di kedua kutub
bumi, dan perbedaan waktu untuk tempat-tempat yang berbeda derajat bujurnya.
c.
Revolusi Bumi
Satu
kali bumi beredar mengelilingi matahari (berevolusi) diperlukan waktu 365,25
hari atau 1 tahun. Kecepatan rata-rata bumi dalam berevolusi adalah 30 km/s,
sedangkan kecepatan berotasi adalah 464 m/s.
Revolusi bumi menyebabkan beberapa peristiwa yaitu pergantian musim di bumi sepanjang tahun; perbedaan lamanya waktu siang dan malam; terlihatnya rasi bintang yang berbeda setiap bulan, hal ini karena setiap bulan posisi bumi berbeda dengan bulan sebelumnya sehingga langit di atas kepala kita pun berbeda akibatnya bintang-bintang yang tampak jadi berbeda. Kumpulan bintang dengan pola-pola tertentu disebut rasi bintang; dan adanya gerak semu tahunan matahari.
Revolusi bumi menyebabkan beberapa peristiwa yaitu pergantian musim di bumi sepanjang tahun; perbedaan lamanya waktu siang dan malam; terlihatnya rasi bintang yang berbeda setiap bulan, hal ini karena setiap bulan posisi bumi berbeda dengan bulan sebelumnya sehingga langit di atas kepala kita pun berbeda akibatnya bintang-bintang yang tampak jadi berbeda. Kumpulan bintang dengan pola-pola tertentu disebut rasi bintang; dan adanya gerak semu tahunan matahari.
E. Lapisan-Lapisan Pada Planet Bumi Dan Fungsinya Bagi
Kehidupan Manusia
Bumi
telah terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu. Bumi merupakan planet
dengan urutan ketiga dari sembilan planet yang dekat dengan matahari. Jarak
bumi dengan matahari sekitar 150 juta km, berbentuk bulat dengan radius ± 6.370
km. Bumi merupakan satu-satunya planet yang dapat dihuni oleh berbagai jenis
mahluk hidup. Bumi memiliki 2 macam lapisan, yaitu lapisan internal (dalam) dan
lapisan eksternal (luar). Lapisan dalam merupakan lapisan pembentuk bumi.
Sedangkan lapisan luar merupakan lapisan yang melindungi bumi dari meteor atau
benda-benda luar angkasa lainnya.
Secara
struktur lapisan dalam bumi, dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut
:
1.
Kerak bumi (crush)
Merupakan
kulit bumi bagian luar (permukaan bumi). Tebal lapisan kerak bumi mencapai 70
km dan merupakan lapisan batuan yang terdiri dari batu-batuan basa dan masam.
Lapisan ini menjadi tempat tinggal bagi seluruh mahluk hidup. Suhu di bagian
bawah kerak bumi mencapai 1.100 oC. Lapisan kerak bumi dan bagian di bawahnya
hingga kedalaman 100 km dinamakan litosfer.
2.
Selimut atau selubung (mantle)
Merupakan
lapisan yang terletak di bawah lapisan kerak bumi. Tebal selimut bumi mencapai
2.900 km dan merupakan lapisan batuan padat. Suhu di bagian bawah selimut bumi
mencapai 3.000 oC.
3.
Inti bumi (core)
Inti
bumi yang terdiri dari material cair, dengan penyusun utama logam besi (90%),
nikel (8%), dan lain-lain yang terdapat pada kedalaman 2900 – 5200 km. Lapisan
ini dibedakan menjadi lapisan inti luar dan lapisan inti dalam. Lapisan inti
luar tebalnya sekitar 2.000 km dan terdiri atas besi cair yang suhunya mencapai
2.200 oC. inti dalam merupakan pusat bumi berbentuk bola dengan diameter
sekitar 2.700 km. Inti dalam ini terdiri dari nikel dan besi yang suhunya
mencapai 4.500 oC.
Berikutnya
adalah bagian dari lapisan luar bumi secara keseluruhan :
1.
Atmosfer
Atmosfer
adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi, dari permukaan
planet tersebut sampai jauh di luar angkasa. Di bumi, atmosfer terdapat dari
ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km dari atas
permukaan bumi. Atmosfer tersusun atas beberapa lapisan, yang dinamai menurut
fenomena yang terjadi di lapisan tersebut. Transisi antara lapisan yang satu dengan
yang lain berlangsung bertahap. Studi tentang atmosfer mula-mula dilakukan
untuk memecahkan masalah cuaca, fenomena pembiasan sinar matahari saat terbit
dan tenggelam, serta kelap-kelipnya bintang. Dengan peralatan yang sensitif
yang dipasang di wahana luar angkasa, kita dapat memperoleh pemahaman yang
lebih baik tentang atmosfer berikut fenomena-fenomena yang terjadi di dalamnya.
Atmosfer Bumi terdiri atas nitrogen (78.17%) dan oksigen (20.97%), dengan
sedikit argon (0.9%), karbondioksida (variabel, tetapi sekitar 0.0357%), uap
air, dan gas lainnya. Atmosfer melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap
radiasi sinar ultraviolet dari matahari dan mengurangi suhu ekstrem di antara
siang dan malam. 75% dari atmosfer ada dalam 11 km dari permukaan planet.
2.
Troposfer
Lapisan
ini berada pada level yang terrendah, campuran gasnya paling ideal untuk
menopang kehidupan di bumi. Dalam lapisan ini kehidupan terlindung dari
sengatan radiasi yang dipancarkan oleh benda-benda langit lain. Dibandingkan
dengan lapisan atmosfer yang lain, lapisan ini adalah yang paling tipis (kurang
lebih 15 kilometer dari permukaan tanah). Dalam lapisan ini, hampir semua jenis
cuaca, perubahan suhu yang mendadak, angin tekanan dan kelembaban yang kita
rasakan sehari-hari berlangsung. Ketinggian yang paling rendah adalah bagian
yang paling hangat dari troposfer, karena permukaan bumi menyerap radiasi panas
dari matahari dan menyalurkan panasnya ke udara. Biasanya, jika ketinggian
bertambah, suhu udara akan berkurang secara tunak (steady), dari sekitar 17℃
sampai -52℃. Pada permukaan bumi yang tertentu,
seperti daerah pegunungan dan dataran tinggi dapat menyebabkan anomali terhadap
gradien suhu tersebut.
Lapisan
ini dianggap sebagai bagian atmosfer yang paling penting, karena berhubungan
langsung dengan permukaan bumi yang merupakan habitat dari berbagai jenis
mahluk hidup termasuk manusia, serta karena sebagain besar dinamika iklim
berlangsung pada lapisan troposfer. Susunan kimia udara troposfer terdiri dari
78,03% nitrogrn, 20,99 oksigen, 0,93% argon, 0,03% asam arang, 0,0015% nenon,
0,00015% helium, 0,0001% kripton, 0,00005% hidrogen, serta 0,000005% xenon. Di
dalam troposfer terdapat tiga jenis awan, yaitu awan rendah (cumulus), yang
tingginya antara 0 – 2 km; awan pertengahan (alto cumulus lenticularis),
tingginya antara 2 – 6 km; serta awan tinggi (cirrus) yang tingginya antara 6 –
12 km.
Stratosfer
Stratosfer
Perubahan
secara bertahap dari troposfer ke stratosfer dimulai dari ketinggian sekitar 11
km. Suhu di lapisan stratosfer yang paling bawah relatif stabil dan sangat
dingin yaitu – 70oF atau sekitar – 57oC. Pada lapisan ini angin yang sangat
kencang terjadi dengan pola aliran yang tertentu.Disini juga tempat terbangnya
pesawat. Awan tinggi jenis cirrus kadang-kadang terjadi di lapisan paling
bawah, namun tidak ada pola cuaca yang signifikan yang terjadi pada lapisan
ini. Dari bagian tengah stratosfer keatas, pola suhunya berubah menjadi semakin
bertambah semakin naik, karena bertambahnya lapisan dengan konsentrasi ozon
yang bertambah. Lapisan ozon ini menyerap radiasi sinar ultra ungu. Suhu pada
lapisan ini bisa mencapai sekitar 18oC pada ketinggian sekitar 40 km. Mesosfer
Kurang
lebih 25 mil atau 40km diatas permukaan bumi terdapat lapisan transisi menuju
lapisan mesosfer. Pada lapisan ini, suhu kembali turun ketika ketinggian
bertambah, sampai menjadi sekitar – 143oC di dekat bagian atas dari lapisan
ini, yaitu kurang lebih 81 km diatas permukaan bumi. Suhu serendah ini
memungkinkan terjadi awan noctilucent, yang terbentuk dari kristal es. Daerah
transisi antara lapisan mesosfer dan termosfer disebut mesopouse dengan suhu
terendah- 110o C.
3.
Termosfer
Transisi
dari mesosfer ke termosfer dimulai pada ketinggian sekitar 81 km. Dinamai
termosfer karena terjadi kenaikan temperatur yang cukup tinggi pada lapisan ini
yaitu sekitar 1982oC. Perubahan ini terjadi karena serapan radiasi sinar ultra
ungu. Radiasi ini menyebabkan reaksi kimia sehingga membentuk lapisan bermuatan
listrik yang dikenal dengan nama ionosfer, yang dapat memantulkan gelombang
radio. Sebelum munculnya era satelit, lapisan ini berguna untuk membantu
memancarkan gelombang radio jarak jauh. Molekul oksigen akan terpecah menjadi
oksegen atomik di sini. Proses pemecahan molekul oksigen dan gas-gas atmosfer
lainnya akan menghasilkan panas, yang akan menyebabkan meningkatnya suhu pada
lapisan iniEksosfer
Merupakan
lapisan atmosfer yang paling tinggi. Pada lapisan ini, kandungan gas-gas
atmosfer sangat rendah. Batas antara ekosfer (yang pada dasarnya juga adalah
batas atmosfer) dengan angkasa luar tidak jelas. Daerah yang masih termasuk
ekosfer adalah daerah yang masih dapat dipengaruhi daya gravitasi bumi. Garis
imajiner yang membatasi ekosfer dengan angkasa luar disebut magnetopause.
Adanya refleksi cahaya matahari yang dipantulkan oleh partikel debu meteoritik.
Cahaya matahari yang dipantulkan tersebut juga disebut sebagai cahaya Zodiakal.
F. Teori Tentang Terjadinya Planet Bumi
Bumi adalah planet tempat tinggal seluruh makhluk
hidup beserta isinya. Sebagai tempat tinggal makhluk hidup, bumi tersusun atas
beberapa lapisan bumi, bahan-bahan material pembentuk bumi, dan seluruh
kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Bentuk permukaan bumi berbeda-beda,
mulai dari daratan, lautan, pegunungan, perbukitan, danau, lembah, dan
sebagainya. Bumi sebagai salah satu planet yang termasuk dalam sistem tata
surya di alam semesta ini tidak diam seperti apa yang kita perkirakan selama
ini, melainkan bumi melakukan perputaran pada porosnya (rotasi) dan bergerak
mengelilingi matahari (revolusi) sebagai pusat sistem tata surya. Hal inilah
yang menyebabkan terjadinya siang malam dan pasang surut air laut. Oleh karena
itu, proses terbentuknya bumi tidak terlepas dari proses terbentuknya tata
surya kita.
Setelah memahaminya, inilah teori proses pembentukan
bumi dari beberapa teori:
1. Theory Big bang
Teori ini adalh yang paling terkenal. Berdasarkan
Theory Big Bang, proses terbentuknya bumi berawal dari puluhan milyar tahun
yang lalu. Pada awalnya terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada
porosnya. Putaran yang dilakukannya tersebut memungkinkan bagian-bagian kecil
dan ringan terlempar ke luar dan bagian besar berkumpul di pusat, membentuk
cakram raksasa. Suatu saat, gumpalan kabut raksasa itu meledak dengan dahsyat
di luar angkasa yang kemudian membentuk galaksi dan nebula-nebula. Selama
jangka waktu lebih kurang 4,6 milyar tahun, nebula-nebula tersebut membeku dan
membentuk suatu galaksi yang disebut dengan nama Galaksi Bima Sakti, kemudian
membentuk sistem tata surya. Sementara itu, bagian ringan yang terlempar ke
luar tadi mengalami kondensasi sehingga membentuk gumpalan-gumpalan yang
mendingin dan memadat. Kemudian, gumpalan-gumpalan itu membentuk planet-planet,
termasuk planet bumi.
2. Teori Kabut Kant-Laplace
Dalam teori ini dikemukakan bahwa di jagat raya
terdapat gas yang kemudian berkumpul menjadi kabut (nebula). Gaya tarik-menarik
antar gas ini membentuk kumpulan kabut yang sangat besar dan berputar semakin
cepat. Dalam proses perputaran yang sangat cepat ini, materi kabut bagian
khatulistiwa terlempar memisah dan memadat (karena pendinginan). Bagian yang
terlempar inilah yang kemudian menjadi planet-planet dalam tata surya.
3. Teori Planetesimal
Teori ini mengungkapkan bahwa pada mulanya telah
terdapat matahari asal. Pada suatu ketika, matahari asal ini didekati oleh
sebuah bintang besar, yang menyebabkan terjadinya penarikan pada bagian
matahari. Akibat tenaga penarikan matahari asal tadi, terjadilah
ledakan-ledakan yang hebat. Gas yang meledak ini keluar dari atmosfer matahari,
kemudian mengembun dan membeku sebagai benda-benda yang padat, dan disebut
planetesimal. Planetesimal ini dalam perkembangannya menjadi planet-planet, dan
salah satunya adalah planet Bumi kita.
4. Teori Pasang
Surut Gas
Teori ini dikemukakan leh jeans dan Jeffreys, yakni
bahwa sebuah bintang besar mendekati matahari dalam jarak pendek, sehingga
menyebabkan terjadinya pasang surut pada tubuh matahari, saat matahari itu
masih berada dalam keadaan gas. Terjadinya pasang surut air laut yang kita
kenal di Bumi, ukuranya sangat kecil. Penyebabnya adalah kecilnya massa bulan
dan jauhnya jarak bulan ke Bumi (60 kali radius orbit Bumi). Tetapi, jika
sebuah bintang yang bermassa hampir sama besar dengan matahari mendekati
matahari, maka akan terbentuk semacam gunung-gunung gelombang raksasa pada
tubuh matahari, yang disebabkan oleh gaya tarik bintang tadi. Gunung-guung
tersebut akan mencapai tinggi yang luar biasa dan membentuk semacam lidah pijar
yang besar sekali, menjulur dari massa matahari tadi dan merentang kea rah
bintang besar itu.Dalam lidah yang panas ini terjadi perapatan gas-gas dan
akhirnya kolom-kolom ini akan pecah, lalu berpisah menjadi benda-benda
tersendiri, yaitu planet-planet. Bintang besar yang menyebabkan penarikan pada bagian-bagian
tubuh matahari tadi, melanjutkan perjalanan di jagat raya, sehingga lambat laun
akan hilang pengaruhnya terhadap-planet yang berbentuk tadi. Planet-planet itu
akan berputar mengelilingi matahari dan mengalami proses pendinginan. Proses
pendinginan ini berjalan dengan lambat pada planet-planet besar, seperti
Yupiter dan Saturnus, sedangkan pada planet-planet kecil seperti Bumi kita,
pendinginan berjalan relatif lebih cepat.
5. Teori Bintang
Kembar
Menurut teori ini, galaksi berasal dari kombinasi
bintang kembar. Salah satu bintang meledak sehingga banyak material yang
terlempar. Karena bintang yang tidak meledak mempunyai gaya gravitasi yang
masih kuat, maka sebaran pecahan ledakan bintang tersebut mengelilingi bintang
yang tidak meledak. Bintang yang tidak meledak itu adalah matahari, sedangkan
pecahan bintang yang lain adalah planet-planet yang mengelilinginya
SUMBER :
·
http://septiiyanekogogo.blogspot.com/2011/12/tugas-3-teori-terbentuknya-planet-bumi.html
1.
Ditunjau dari beberapa segi pengetahuan dan keislaman.
A.Asal Usul Kehidupan Menurut Ilmu Pengetahuan
Ada
berbagai pendapat berupa hipotesis ataupun teori yang mengungkapkan asal mula
kehidupan di bumi,antara lain:
1) Generation Spontanea
Sebelum abad 17orang menganggap bahwa makhluk hidup
itu terbentuk secara sponta atau terbentuk secara sendirinya.
Contohnya:
Ulat timbul dengan sendirinya dari bangkai tikus.
Cacing timbul dengan sendirinya dari dalam lumpur.
Paham
ini di sebut juga abiogenesis artinya makhluk hidup dapat terbentuk dari bukan
makhluk hidup.paham ini di pelopori oleh Aristoteles.
2) Cosmozoa
Teori ini mengemukakan bahwa kehidupan di bumi
diperkirakan berasal dari ruang angkasa. Hal
yang mendasari teori ini adalah peyelidikan bahwa bahan yang terdapat pada batu
meteor maupun vartu komet yang jatuh ke bumi mengandung banyak molekul organic
sederhana , misalnya cyanogens , asam hidrocyanida.
molekul-molekul organic tersebut tatkala jatuh
ke bumi menjadi benih kehidupan.
Menurut teori ini bukan hanya di bumi saja yang timbul kehidupan. Kehidupan dapat timbul sekali atau bebrapa kali di berbagai bagian galaksi dalam waktu yang berbeda.
Menurut teori ini bukan hanya di bumi saja yang timbul kehidupan. Kehidupan dapat timbul sekali atau bebrapa kali di berbagai bagian galaksi dalam waktu yang berbeda.
3) Omme Vivum Ex ovo
Fransisco Redi (1626-1597) ahli biologi bangsa Italia
dapat membuktikan bahwa ulat pada bangkai tikus berasal dari telur lalat yang
meletakkan telurnya dengan sengaja di situ.Dari percobaan serupa,ia memperoleh
kesimpulan yang serupa,yaitu bahwa asal mula kehidupan itu adalah telur atau
omne vivum ec ovo.
4) Omne Ovo Ex Vivo
Lazzaro Spallanzani (1729-1799 M) juga ahli bangsa
Italia dengan percobaaannya terhadap kaldu,embuktikan bahwa jasad renik atau
mikroorganisme yang mencemari kaldu akibatnya kaldu membusuk.Ia mengambil
kesimpulan bahwa adanya telur harus ada jasad terlebih dahulu.Maka muncullah
teorinya omne ovo ex vivo atau telur itu barasal dari makhluk hidup.
5) Omne Vivum Ex Vivo
Louis Pasteur (1822-1895 M) sarjana kimia
perancis,dia melanjutkan percobaan Spallanzani dangan percobaan berbagai
mikrooganisme,tumbuh kehidupan yang baru atau disebut omne vivum ex vivo.Teori
ini disebut juga teori Biologenesis dengan konsep dasar bahwa yang hidup itu
berasal dari yang hidup juga/
6) Teori Uray
Harold Uray (1893 M) seorang ahli kimia dari Amerika
Serikat mengemukakan bahwa atmosfer bumi pada awalnya kaya akan gas-gas
metana(CH4) amoniak (NH3), hidrogen (H2),dan air (H2O).Zat-zat itu merupakan
unsur-unsur penting yang terdapat di tubuh makhluk hidup.
Diduga karena adanya energi halilintar dan radiasi
sinar kosmos unsur-unsur itu mengadakan reaksi-reaksi kimia membentuk zat-zat
hidup.Zat hidup yang mula-mula terbentuk kira-kira sama dengan keadaan virus
yang kita kenal sekarang.Zat itu
berkembang menjadi berjuta-juta jenis organisme.
7) Teori Oparin-Haldane
A.I Oparing adalah ahli biologis bangsa Rusia pada
tahun 1924 M mempublikasikan pendapatnya tentang asal mula kehidupan namun tak
mendapat sambutan para ahli.
B.Kehidupan Menurut Islam
Dr.Alexis
Carrel (1873-1944) menjelaskan kesukaran yang dihadapi dalam menyelidiki
manisia.Dalam bukunya yang di tarjemahkan ke dalam bahasa Arab dengan judul
Al-Insan dzalika Al-Majhul (manusia yang tidak di ketahui),beliau menulis:
“Pengetahuan
tentang makhluk-makhluk hidup secara umum dan manusia secara khusus belum
mencapai kemajuan seperti yang telah dicapai di bidang-bidang ilmu pengetahuan
lain.Manusia adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan serta
kompleks,sehingga tidak mudan untuk memahami makhluk ini dalam keadaannya
secara utuh maupun dalam bagian-bagiannya,tidak juga dalam memahami hubungannya
dengan alam sekitar,”
Selanjutnya dikatakan pula:
“Sebenarnya
manusia telah mencurahkan perhatian dan usaha yang sangat besar untuk
mengetahui dirinya.Kendatipun kita memiliki pembendaharaan cukup banyak dari
hasil penelitian para ilmuan,filosof,sastrawan,dan para ahli dibidang
kerohanian sepanjang masa ini.Namun,kita hanyan mampu mengetahui beberapa segi
tertentu dari kita.Kita tidak dapat mengetahui manusia secara utuh,yang kita
ketahui hanyalah bahwa diri sandiri dari bagian-bagian tertentu,dan inipun pada
hakikatnya di bagi oleh tatacara kita sendiri.”
Pada
hakikatnya kebanyakan pertanyaan yang diajukan oleh mereka yang mempelajari
mausia,diri mereka sendiri,hingga kini masi tetap tanpa jawaban,karena terdapat
daerah-daerah yang tidak terbatas dalam batin kita yang tidak di ketahui.
Menurut
syariat Islam, manusia tidak diciptakan dibumi, tapi manusia dijadikan khalifah
(pengganti/penerus) di bumi, sebagai makhluk pengganti yang tentunya ada makhluk
lain yang di ganti, dengan kata lain adalah Adam ‘bukanlah Makhluk
Pertama’ dibumi, tetapi ia adalah 'Manusia Pertama' dalam ajaran Agama
Samawi, dan Allah
tidak mengatakan untuk mengganti manusia sebelumnya, tapi pengganti makhluk
yang telah membuat kerusakan dan menumpahkan darah dibumi.
Sebelum kehadiran manusia telah
banyak umat yang terdiri malaikat, jin, hewan, tumbuhan dan sebagainya, karena
dalam Al-Qur'an ciptaan Allah disebut juga dengan kata umat. Sesuai dengan
salah satu surah Al An'aam 32, yang berbunyi:
“Dan
tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang
dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami
alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.”
(Al An'aam 6:32)
Surah Al Hijr ayat 27 menjelaskan
tentang makhluk sebelum manusia adalah bangsa Jin:
“Dankami telah menciptakan jin
sebelum (adam) dari api yang sangat panas”
(Al-Hajr
15:27)
Mengenai
penciptaan Adam sebagai khalifah di muka bumi diungkapkan dalam Al-Qur'an:
“Dan
(ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; “Sesungguhnya Aku hendak
menjadikan seorang khalifah di bumi”. Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan
Tuhan itu dengan berkata): “Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di
bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah
(berbunuh-bunuhan), padahal Kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan
mensucikan-Mu?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku
mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya.”
(Al-Baqarah 30)
Nama makhluk yang diungkapkan para
ahli arkeologi diatas kemudian dikaitkan pada pendapat para ahli mufassirin.
Salah satu diantaranya adalah Ibnu Jazir,
dalam kitab tafsir Ibnu Katsir mengatakan: "Yang dimaksud dengan makhluk
sebelum Adam diciptakan adalah Al Jan yang suka berbuat kerusuhan."
Menurut salah seorang perawi hadits
yang bernama Thawus al-Yamani, salah satu penghuni sekaligus
penguasa/pemimpin di muka bumi adalah dari golongan jin.
Ada juga yang mengatakan bahwa
telah ada 3 umat yang utama sebelum Adam. Dua diantaranya dari bangsa jin,
sedangkan kaum yang ketiga adalah dari golongan yang berbeda dari Jin, karena
mereka ini berdarah dan berdaging.
Di Al Qur'an disebutkan bahwa asal
kejadian manusia terdiri dari 7 (tujuh) macam kejadian:
1. Di
surat Ar Rahman ayat 14: "Dia menjadikan manusia seperti tembikar (tanah
yang dibakar)". Yang dimaksudkan dengan kata "Shal-shal" di ayat
ini ialah: Tanah kering atau setengah kering yakni "Zat pembakar"
atau Oksiggen.
2. Di ayat itu disebutkan juga kata "Fakhkhar"
yang maksudnya ialah "Zat Arang" atau Carbon.
3. Di surat Al Hijr,
ayat 28: "dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat:
Sesungguhnya Aku hendak menciptakan seorang manusia dari tanah kering dan
lumpur hitam yang berbentuk". Di ayat ini, tersebut juga
"shal-shal" telah saya terangkan, sedangkan kata "Hamaa-in"
di ayat tersebut ialah "Zat Lemas" atau Nitrogen.
4. Di surat As Sajadah ayat 7: "Dan Allah
membuat manusia berasal dari pada tanah". Yang dimaksud dengan kata
"thien" (tanah) di ayat ini ialah "Atom zat air" atau
Hidrogen.
5. Di Surat Ash Shaffaat ayat 11:
"Sesungguhnya Aku (Allah) menjadikan manusia daripada Tanah Liat".
Yang dimaksud dengan kata "lazib" (tanah liat) di ayat ini ialah
"Zat besi" atau ferrum.
6. Di Surat Ali Imran ayat 59: "Dia
menjadikan Adam daripada tanah kemudian Allah berfirman kepadanya "jadilah
engkau, lalu berbentuk manusia". Yang dimaksud dengan kata
"turab" (tanah) di ayat ini ialah: "Unsur-unsur zat asli yang
terdapat di dalam tanah" yang dinamai "zat-zat anorganis".
7. Di surat Al Hijr
ayat 28: "Maka setelah Aku sempurnakan (bentuknya),lalu Kutiupkan ruh-Ku
kepadanya"
Itulah tujuh macam
unsur dalam asal kejadian manusia menurut Al-qur'an yang di ambil dari K.H.
Bahaudin Mudhary, almarhum (1920 –1979).
Setelah meneliti asal kejadian
manusia yang diambil dari Al-Qur’an, penulis juga mencoba mengkaji proses
penciptaan manusia yang dalam ha1 ini penulis merinci ke dalam beberapa tahap
sehingga menjadi seorang manusia. Dimulai dari penciptaannya dari tanah, yaitu
penciptaan Adam sebagai Bapak umat manusia dan anak cucunya tercipta dari
saripati tanah dan air mani yang dalam Al-Qur’an karena makanan yang dimakan
manusia semuanya bersumber dari tanah.
Kemudian makanan tersebut diolah menjadi air
mani, lalu disalurkan ke dalam rahim dan menyatu dengan ovum perempuan dan
berdiam disana, menetap dan berubah menjadi segumpal darah, selang beberapa
waktu berubah lagi menjadi segumpal daging, kemudian Allah menyuruh malaikat
untuk meniupkan ruh dan terciptalah janin dalam perut sang ibu sebagai calon
manusia yang tinggal menunggu masa kelahiran.
Seperti
hadists arba’in,tepatnya pada hadist yang ke empat,yang berbunyi:
“Sesungguhnyatiap-tiap
kalian di kumpulkan ciptaanya dalam rahim ibunya,selama 40 hari berupa nutfah
(air mani yang kental),lalu menjadi alaqoh(segumpal darah)selama 40 hari
pula,lalu menjadi mudghah(segumpal daging),selama itu pula,kemudian Allah
mengutus malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya dan mencatat 4(empat) hal yang
sudah di tentukan,yakni:rezeki,ajal,amal,dan takdir baik dan buruk.......
(h.r Bukhori
dan Muslim)
Kajian tentang asal-usul dan proses
penciptaan manusia ini tidak hanya diambil dari Al-Qur’an dan Hadits akan
tetapi dipadukan dengan buku-buku yang terkait dengan topik bahasan agar dapat
ditarik sebuah kesimpulan yang benar.
C.Asal Usul Hewan dan Tumbuhan
Menurut Al-Qur’an
Dan hal yang sama pun berlaku untuk
hewan. Semua jutaan spesies hewan yang hidup, atau pernah hidup, di bumi,
diciptakan oleh Allah. Ikan, reptil, burung, mamalia, kuda, jerapah, bajing,
rusa, burung gereja, elang, dinosaurus, paus, dan merak, semuanya diciptakan
dari ketiadaan oleh Allah, Tuhan yang memiliki kemahiran dan pengetahuan tak
terhingga. Penciptaan aneka ragam spesies makhluk hidup oleh Allah disebutkan
dalam sejumlah ayat:
“Dan Allah telah menciptakan semua
jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas
perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain)
berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendakiNya.
Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
(QS. An Nûr, 24: 45)
“Dan Dia telah menciptakan binatang
ternak untukmu; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat, dan
sebagiannya engkau makan.”
(QS. An Nahl, 16: 5)
Dan Allah menciptakan manusia
dengan cara yang tepat sama. Hal ini diungkapkan di dalam Al Qur’an bahwa Adam,
manusia pertama, diciptakan dari tanah, dan semua manusia selanjutnya muncul
dari satu sama lain lewat sejenis cairan hina (mani). Lebih jauh lagi, manusia
memiliki ruh yang ditiupkan ke jasadnya, tidak seperti spesies-spesies lain di
bumi. Al Qur’an mengatakan yang berikut tentang kebenaran penciptaan
manusia:
“Yang
membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya, dan Yang memulai
penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari
saripati air yang hina (air mani).”
(QS. As Sajdah, 32: 7-8)
Dia juga menciptakan bumi yang kita
huni saat ini, dan membuatnya mampu mendukung kehidupan. Fakta ini diungkapkan
di dalam ayat-ayat Al-Qur’an:
“Dan
Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung, dan Kami
tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. Dan Kami telah menjadikan
untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula)
makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rizki kepadanya.
(QS. Al Hijr, 15: 19-20)
“Dan Kami hamparkan bumi itu dan
Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh, dan Kami tumbuhkan padanya
segala macam tanaman yang indah dipandang mata.” (QS. Qâf, 50: 7)
Ayat-ayat
di atas menyampaikan bahwa semua tumbuhan diciptakan oleh Allah. Semua
tumbuhan, baik yang diketahui maupun yang tidak, semua pohon, rumput, buah,
bunga, rumput laut, dan sayuran diciptakan oleh Allah.
BAB
III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Sebenarnya
manusia telah mencurahkan perhatian dan usaha yang sangat besar untuk
mengetahui dirinya.Kendatipun kita memiliki pembendaharaan cukup banyak dari
hasil penelitian para ilmuan,filosof,sastrawan,dan para ahli dibidang
kerohanian sepanjang masa ini.Namun,kita hanyan mampu mengetahui beberapa segi
tertentu dari kita.Kita tidak dapat mengetahui manusia secara utuh,yang kita
ketahui hanyalah bahwa diri sandiri dari bagian-bagian tertentu,dan inipun pada
hakikatnya di bagi oleh tatacara kita sendiri.
Asal
Usul kehidupan yang diambil dari Al-Qur’an dan Al-Hadist yaitu di mulai dari penciptaannya dari tanah, yaitu penciptaan Adam sebagai
Bapak umat manusia dan anak cucunya tercipta dari saripati tanah dan air mani
yang dalam Al-Qur’an karena makanan yang dimakan manusia semuanya bersumber
dari tanah. Kemudian makanan tersebut diolah menjadi air mani, lalu disalurkan
ke dalam rahim dan menyatu dengan ovum perempuan dan berdiam disana, menetap
dan berubah menjadi segumpal darah, selang beberapa waktu berubah lagi menjadi
segumpal daging, kemudian Allah menyuruh malaikat untuk meniupkan ruh dan
terciptalah janin dalam perut sang ibu sebagai calon manusia yang tinggal
menunggu masa kelahiran.
2. Teori Asal Usul Kehidupan (Abiogenesis & Biogenesis, Evolusi Kimia dan Karakteristik Makhluk Hidup)
Teori Asal Usul Kehidupan
(Abiogenesis & Biogenesis, Evolusi Kimia dan
Karakteristik Makhluk Hidup)
A. Teori Abiogenesis dan
Biogenesis
- Teori Abiogenesis
Aristoteles
Teori yang dikemukakan
Aristoteles ini menyatakan bahwa makhluk hidup tercipta dari benda
tak hidup yang berlangsung secara
spontan (generatio spontanea). Misalnya cacing dari tanah,
ikan dari lumpur, dan sebagainya.
Teori ini dianut oleh banyak orang selama beberapa
abad.Aristoteles (384-322 SM),
adalah seorang filsuf dan tokoh ilmu pengetahuan Yunani Kuno.
Sebenarnya dia mengetahui bahwa
telur-telur ikan yang menetas akan menjadi ikan yang
sifatnya sama seperti induknya.
Telur-telur tersebut merupakan hasil perkawinan dari induk-induk ikan. Walau
demikian, Aristoteles berkeyakinan bahwa ada ikan yang berasal dari
Lumpur.
Menurut penganut paham abiogenesis,
makhluk hidup tersebut terjadi begitu saja secara spontan.
Itu sebabnya, teori abiogenesis ini
disebut juga generation spontanea. Bila pengertian
abiogenesis dan generation spontanea
digabung, maka konsepnya menjadi: makhluk hidup yang
pertama kali di bumi berasal dari
benda mati / tak hidup yang terjadinya secara spontan
(sebenarnya ini adalah dua teori
yang berbeda, tetapi orang sudah kadung salah kaprah).
Paham abiogenesis bertahan cukup
lama, yaitu semenjak zaman Yunani Kuno (ratusan tahun
sebelum Masehi) hingga pertengahan
abad ke-17, dimana Antonie Van
Leeuwenhoek menemukan mikroskop
sederhana yang dapat digunakan untuk mengamati
makhluk-makhluk aneh yang amat kecil
yang terdapat pada setetes air rendaman jerami. Oleh
para pendukung paham abiogenesis,
hasil pengamatan Antonie Van Leeuwenhoek ini seolah-olah memperkuat pendapat
mereka tentang abiogenesis. Hasil pengamatan Anthoni ditulisnya
dalam sebuah catatan ilmiah yang
diberi judul “Living in a drop of water“. Tokoh lain
pendukung teori ini adalah John
Needham.
- Teori Biogenesis
Teori ini bertentangan dengan teori
abiogenesis, karena menganggap bahwa makhluk hidup
berasal dari makhluk hidup yang
sudah ada sebelumnya. Tiga tokoh terkenal pendukung teori ini
adalah Francesco Redi, Lazzaro
Spallanzani, dan Louis Pasteur.
1. Francesco Redi
Dia melakukan percobaan dengan
menggunakan bahan daging segar yang ditempatkan dalam
labu dan diberi perlakuan
tertentu.
Labu I : diisi daging segar
dan dibiarkan terbuka·
Labu II : diisi daging
segar dan ditutup dengan kain kasa·
Labu III : diisi daging
segar dan ditutup rapat·
Ketiga labu diletakkan di tempat
yang sama selama beberapa hari. Hasilnya adalah sebagai
berikut:
Labu I : dagingnya busuk,
banyak terdapat belatung·
Labu II : dagingnya busuk,
terdapat sedikit belatung·
Labu III : dagingnya tidak
busuk, tidak terdapat belatung·
Menurut Redi belatung yang terdapat
pada daging berasal dari telur lalat. Labu ke III tidak
terdapat belatung karena tertutup
rapat sehingga lalat tidak bisa masuk. Sayangnya, meskipun
tertutup rapat ternyata pada labu
tersebut bisa muncul belatung. Ini disebabkan karena Redi tidak
melakukan sterilisasi daging pada
disain percobaannya.
2. Lazzaro Spallanzani
bahan kaldu. Disainnya sebagai
berikut:
Labu I : diisi kaldu lalu
dipanaskan dan dibiarkan terbuka·
Labu II : diisi kaldu, lalu
ditutup dengan gabus yang disegel dengan lilin, kemudian ·
dipanaskan
Setelah dingin kedua labu diletakkan
di tempat yang sama. Beberapa hari kemudian hasilnya
sebagai berikut.
Labu I : berubah busuk dan keruh,
banyak mengandung mikroba (bakteri)·
Labu II : tetap jernih, tidak
mengandung mikroba·
Menurut Spallanzani mikroba yang
tumbuh dan menyebabkan busuknya kaldu berasal dari
mikroba yang beraada di udara.
Pendukung paham abiogenesis keberatan dengan disain
Spallanzani karena menurut anggapan
mereka, labu yang tertutup menyebabkan gaya hidup
(elan vital) dari udara tidak dapat
masuk, sehingga tidak memungkinkan munculnya makhluk
hidup (mikroba).
3. Louise Pasteur
yang disumbat dengan gabus.
Selanjutnya gabus tersebut ditembus dengan pipa berbentuk leher
angsa (huruf S), kemudian
dipanaskan. Setelah dingin dibiarkan beberapa hari kemudian diamati.
Ternyata air kaldu tetap jernih dan
tidak ditemukan mikroba.
Disain pipa yang berbentuk leher
angsa tersebut memungkinkan masuknya gaya hidup dari
udara, tetapi ternyata tidak
didapati makhluk hidup dalam kaldu. Menurut Pasteur,
mikroorganisme yang tumbuh dalam
kaldu berasal dari udara. Mereka tidak bisa masuk karena
terhambat oleh bentuk pipa. Hal ini
bisa dibuktikan bila labu dimiringkan sedemikian rupa
sehingga kaldu mengalir melalui pipa
dan menyentuh ujung pipa, ternyata beberapa hari
kemudian menyebabkan busuknya
kaldu.
Dengan demikian Pasteur telah
membuktikan bahwa teori biogenesislah yang benar. Muncullah
ungkapan :
“ omne vivum ex ovo, omne ovum ex
vivo, omne vivum ex vivo”
yang artinya: makhluk hidup berasal
dari telur, telur berasal dari makhluk hidup, makhluk hidup
berasal dari makhluk hidup.
B. Teori Evolusi Kimia
Para ahli geologi beranggapan bahwa
pada mulanya keadaan suhu di permukaan bumi ini sangat
tinggi. Akan tetapi, pada suatu saat
bumi mengalami pendinginan. Pada proses pemanasan dan
pendinginan tersebut, banyak
terbentuk bahan-bahan kimia. Bahan-bahan yang berat akan masuk
ke dalam permukaan bumi karena
adanya gaya gravitasi, sedangkan bahan-bahan yang ringan
akan berada di bagian luar bumi yang
disebut atmosfer.
Susunan isi atmosfer pada masa itu
amat berbeda dengan susunan isi atmosfer sekarang. Pada
atmosfer purba tidak tedapat unsure
oksigen, karena pada suhu yang amat tinggi oksigen mudah
bersenyawa dengan unsure-unsur lain.
Teori evolusi kimia dikemukakan oleh
beberapa ahli berikut ini:
1. A.I. Oparin (Rusia)
Dia adalah orang pertama yang
mengemukakan bahwa evolusi zat-zat kimia telah terjadi
sebelum kehidupan ini ada. Dalam
bukunya “The Origin of Life”, dia mengemukakan bahwa
asal mula kehidupan terjadi
bersamaan dengan evolusi terbentuknya bumi dan atmosfernya.
Atmosfer bumi mula-mula memiliki
air, karbondioksida, metana, dan ammonia, namun tidak
memiliki oksigen. Dengan adanya
panas dari berbagai sumber energi, zat-zat tersebut mengalami
serangkaian perubahan menjadi
berbagai molekul organic sederhana. Senyawa-senyawa ini
membentuk semacam campuran yang kaya
akan materi-materi dalam lautan yang masih panas,
yang disebut primodial soup. Bahan
campuran ini belum merupakan makhluk hidup, tetapi
bertingkah laku mirip seperti system
biologi. Primodial soup ini melakukan sintesis dan
membentuk molekul organic kecil atau
monomer, misalkan asam amino dan nukleotida.
Monomer-monomer lalu bergabung
membentuk polimer, misalnya protein dan asam nukleat.
Kemudian agregrasi ini membentuk
molekul dalam bentuk tetesan yang disebut protobion.
Protobion ini memiliki ciri kimia
yang berbeda dengan lingkungannya.
Kondisi atmosfer masa kini tidak
lagi memungkinkan untuk sintesis molekul organic secara
spontan, karena oksigen atmosfer
akan memecah ikatan kimia dan mengekstrasi electron.
Polimerasi atau penggabungan monomer
ini dapat dibuktikan oleh Sidney Fox. Beliau
melakukan percobaan dengan
memanaskan larutan kental monomer organic yang mengandung
asam amino pada suhu titik leburnya.
Saat air menguap, terbentuk lapisan monomer yang
berpolimerasi. Polimer ini oleh
Sydney Fox disebut proteinoid. Selanjutnya dalam penelitiannya
di laboratorium, proteinoid dicampur
dengan air dingin dan akan membentuk gabungan
proteinoid yang menyusun tetesan
kecil yang disebut mikrosfer. Mikrosfer diselubungi oleh
membrane selektif permeable.
2. Harold Urey
Dia mengemukakan teori yang didasari
atas pemikiran bahwa bahan organic merupakan bahan
dasar organisme hidup, yang pada
mulanya dibentuk sebagai reaksi gas yang ada di alam dengan
bantuan energi.
Menurut teori Urey, konsep tersebut
dapat dijabarkan atas 4 fase berikut ini:
Fase 1 : Tersedianya molekul
metana, ammonia, hydrogen, dan uap air yang
sangat banyak di atmosfer.
Fase 2 : Energi yang
timbul dari aliran listrik, halilintar, dan radiasi sinar kosmis
Fase 3 : merupakan
energi pengikat dalam reaksi molekul metana, ammonia,
hydrogen, dan uao air. Terbentuknya
zat hidup yang paling sederhana.
Fase 4 : Zat hidup yang
terbentuk berkembang dalam waktu jutaan tahun menjadi
sejenis organisme yang lebih
kompleks.
3. Stanley miller
Miller adalah murid Harold Urey yang
juga tertarik terhadap masalah asal usul kehidupan.
Didasarkan informasi tentang keadaan
planet bumi saat awal terbentuknya, yakni tentang
keadaan suhu, gas-gas yang terdapat
pada atmosfer waktu itu, dia mendesain model alat
laboratorium sederhana yang dapat
digunakan untuk membuktikan hipotesis Harold Urey.
Kedalam alat yang diciptakannya,
Miller memasukan gas Hidrogen, Metana, Amonia, dan Air.
Alat tersebut juaga dipanasi selama
seminggu, sehingga gas-gas tersebut dapat bercampur
didalamnya. Sebagai pengganti energi
aliran listrik halilintar, Miller mengaliri perangkat alat
tersebut dengan loncatan listrik
bertegangan tinggi. Adanya aliran listrik bertegangan tinggi
tersebut menyebabkan gas-gas dalam
alat Miller bereaksi membentuk suatu zat baru. Kedalam
perangkat juga dilakukan pendingin,
sehingga gas-gas hasil reaksi dapat mengembun.
Pada akhir minggu, hasil pemeriksaan
terhadap air yang tertampung dalam perangkap embun
dianalisis secar kosmografi.
Ternyata air tersebut mengandung senyawa organic sederhana,
seperti asam amino, adenine, dan
gula sederhana seperti ribose. Eksperimen Miller ini dicoba
beberapa pakar lain, ternyata
hasilnya sama.
Eksperimen Miller dapat memberikan
petunjuk bahwa satuan- satuan kompleks didalam sistem
kehidupan seperti Lipida,
Karbohidrat, Asam Amino, Protein, Mukleotida dan lain-lainnya dapat
terbentuk dalam kondisi abiotik.
Teori yang terus berulang kali diuji ini diterima para ilmuwan
secara luas. Namun, hingga kini
masalah utama tentang asal-usul kehidupan tetap merupakan
rahasia alam yang belum terjawab.
Hasil yang mereka buktikan barulah mengetahui
terbentuknya senyawa organik secara
bertahap, yakni dimulai dari bereaksinya gas -gas
diatmosfer purba dengan energi
listrik halilintar. Selanjutnay semua senyawa tersebut bereaksi
membentuk senyawa yang lebih
kompleks dan terkurung dilautan. Akhirnya membentuk
senyawa yang merupakan komponen sel.
Dia berhasil membuktikan teori gurunya, Urey, dalam
laboratorium dengan alat yang dinamakan
perangkan percobaan “Stanley Miller-Harold Urey”
4. Melvin Calvin
Dia menunjukkan bahwa radiasi sinar
dapat mengubah metana, ammonia, hydrogen, dan air
menjadi molekul-molekul gula dan
asam amino, dan juga membentuk purin dan pirimidin, yang
merupakan zat dasar pembentukan DNA,
RNA, ATP, dan ADP.
Dari evolusi kimia dapat kita
simpulkan bahwa senyawa anorganik yang ada di atmosfer
mengalami perubahan sedikit demi
sedikit membentuk senyawa organic. Senyawa organic itulah
yang merupakan komponen dasar
makhluk hidup.
C. Karakteristik Makhluk Hidup
Ciri-Ciri Makhluk HidupØ
Mengapa batu disebut makhluk tak
hidup, sedangkan pohon disebut makhluk hidup? Ingatkah
kamu bahwa hanya makhluk hidup yang
mempunyai ciri-ciri hidup. Ciri-ciri hidup tersebut
adalah bernapas, bergerak, makan,
mengeluarkan zat sisa, tumbuh, berkembangbiak, peka
terhadap rangsang dan beradaptasi.
1. Bernapas
Ciri utama makhluk dikatakan hidup
yaitu bernapas. Ketika bernapas makhluk hidup menghirup
oksigen (O2) dan menghembuskan
karbon dioksida (CO2). Oksigen diperlukan untuk proses
oksidasi zat makanan yang
menghasilkan energi dan karbon dioksida. Energi berguna untuk
menjalankan kegiatan hidup.
Reaksi oksidasinya sebagai berikut :
Zat makanan + oksigen —> energi +
uap air + karbon dioksida.
2. Bergerak
Ada dua macam gerak yaitu gerak
aktif dan gerak pasif. Gerak aktif adalah gerak berpindah
tempat misalnya dengan kaki, sayap
dan sirip. Gerak pasif misalnya ditunjukkan oleh tumbuhan.
Tumbuhan tidak dapat berpindah tempat,
tetapi menggerakkan sebagaian tubuhnya.
Contohnya gerak daun menguncup,
gerak batang menghadap cahaya, gerak akar mendekati
sumber air serta gerak mekarnya
bunga.
3. Peka terhadap Rangsang
Makhluk hidup peka terhadap
perubahan yang terjadi disekitarnya. Alat pengenal lingkungan
pada manusia dan hewan berupa indra.
Indra peka terhadap rangsang. Rangsang dapat berupa
cahaya, bunyi, bau, rasa atau
sentuhan. Dengan adanya indra yang peka terhadap rangsang-rangsang tersebut,
manusia dan hewan mempunyai kemampuan melihat, mendengar, mencium,
mengecap rasa dan menyentuh/meraba.
Tumbuhan tidak mempunyai alat indra,
tetapi peka terhadap rangsang. Misalnya tumbuhan putri
malu menguncupkan daunnya jika
disentuh dan pertumbuhan batang kearah cahaya matahari.
4. Makan
Makanan diperlukan oleh makhluk
hidup sebagai sumber energi, untuk pertumbuhan dan
mengganti sel-sel yang rusak.
Tumbuhan hijau memperoleh makanan dengan memproduksi
sendiri. Tumbuhan hijau sebagai
produsen mengolah zat-zat anorganik menjadi zat organic
melalui proses fotosintesis.
Fotosintesis adalah proses pembuatan
makanan oleh tumbuhan hijau dengan bantuan cahaya.
Tumbuhan tak berhijau daun, hewan
dan manusia tidak dapat membuat makanan sendiri. Mereka
memanfaatkan makanan dari hasil fotosintesis
tumbuhan hijau dan sumber lain dari hewan dan
alam.
5. Mengeluarkan Zat Sisa
Dalam proses penyerapan makanan,
terbentuklah zat sisa yang merupakan zat yang tidak
terserap oleh tubuh. Zat-zat itu
disebut zat sisa oksidasi biologis, misalnya air dan karbon
dioksida.Berdasarkan aktivitas tubuh
dan hasilnya, pengeluaran zat-zat sisa dibedakan atas :
Ekskresi, Respirasi, Defekasi.
Ekskresi, merupakan pengeluaran zat-zat
sisa yang dilakukan oleh kulit dan ginjal. Ø
Kulit akan mengeluarkan zat sisa
yang dinamakan keringat karena adanya kelenjar
keringat di bawah kulit. Ginjal akan
menyaring darah dan mengeluarkan zat sisa yang
disebut urine.
Respirasi, merupakan pengeluaran CO2
sebagai zat sisa proses respirasi yang Ø
dikeluarkan melalui hidung.
Defekasi, merupakan pengeluaran
zat sisa pencernaan makanan yang berupa tinja Ø
(feses) melalui anus.
6. Tumbuh
Makhluk hidup mengalami pertumbuhan
dan perkembangan. Pertumbuhan meliputi perubahan
ukuran tubuh, yaitu luas, tinggi dan
berat. Perkembangan adalah perubahan menjadi dewasa.
7. Berkembang Biak
Makhluk hidup berkembang biak untuk
menghasilkan keturunan. Cara perkembangbiakan
makhluk hidup berbeda-beda. Hewan
berkembang biak antara lain dengan melahirkan, bertelur,
bertelur-melahirkan, bertunas,
fragmentasi atau membelah diri. Tumbuhan berkembang biak
secara alami dan buatan.
Perkembangbiakan alami pada tumbuhan
yaitu dengan biji (kawin) dan dengan tidak kawin,
misalnya membelah diri, spora,
tunas, umbi, geragih dan akar tinggal. Perkembangbikan
tumbuhan secara buatan, misalnya
stek, cangkok, runduk dan kultur jaringan.
8. Beradaptasi
Makhluk hidup mampu beradaptasi
dengan lingkungan. Macam-macam adaptasi makhluk hidup
adalah adaptasi morfologi, adaptasi
tingkah laku, dan adaptasi fisiologi.
Adaptasi morfologi adalah
penyesuaian terhadap lingkungan yang berhubungan dengan bentuk
tubuh atau alat tubuh. Contoh pada
katak dan itik terdapat selapu renang pada kakinya untuk
berenang.
Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian
terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku.
Contoh : hewan bermigrasi ke lain
tempat yang banyak sumber makanan.
Adaptasi fisiologi adalah
penyesuaian terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku. Contoh :
berkeringat saat cuaca panas.
Dari ciri-ciri tersebut diatas ada
perbedaan ciri hidup yang dimiliki antara hewan/manusia
dengan tumbuhan, anatara lain :
Hewan/Manusia v
1. Bergerak
: Melakukan gerak pindah tempat.
2. Cara memperoleh makanan
: Tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof) .
Bahan yg dimakan berupa zat organik.
3. Pertumbuhan
: Hanya sampai batas usia tertentu
Tumbuhanv
1. Bergerak
:Tidak dapat berpindah tempat sendiri.
2. Cara memperoleh makanan
: Dapat membuat makanan sendiri (autotrof), Bahan yang
diperlukan untuk membuat makanan
berupa zat anorganik
3. Pertumbuhan
: Tumbuh terus menerus sampai mati.
Sumber Materi
http://biologimediacentre.com/asal-usul-kehidupan-biogenesis-versus-abiogenesis-1-2/
http://kamusq.blogspot.com/2012/04/teori-asal-usul-kehidupan-biogenesis.html
http://id.shvoong.com/exact-sciences/1974420-teori-evolusi-kimia/
http://www.sarjanaku.com/2009/12/kata-pengantar-assalamualaikum.html
http://lisa-thornberrys.blogspot.com/2009/03/teori-evolusi-kimia.html
http://gurungeblog.wordpress.com/2009/01/02/asal-usul-kehidupanteori-generatio-spontaneateori-evolusi-biokimia/
http://gurungeblog.wordpress.com/2008/11/08/ciri-ciri-makhluk-hidup/
TUGAS
1. GEJALA RUMAH KACA
Efek rumah kaca merupakan gejala peningkatan suhu
dipemukaan bumi yang terjadi karena meningkatnya kadar CO2 (karbon dioksida)
di atmosfer. Gejala ini disebut efek rumah kaca karena diumpamakan dengan
fenomena yang terjadi di dalam rumah kaca. Pada rumah kaca, sinar matahari
dapat dengan mudah masuk ke dalamnya. Sebagian sinar matahari tersebut
digunakan oleh tumbuhan dan sebagian lagi dipantulkan kembali ke arah kaca.
Sinar yang dipantulkan ini tidak dapat keluar dari rumah kaca dan mengalami
pemantulan berulang-ulang. Energi yang dihasilkan meningkatkan suhu rumah kaca
sehingga rumah kaca menjadi panas.
Di bumi, radiasi panas yang berasal dari matahari ke bumi diumpamakan seperti
menembus dinding kaca rumah kaca. Radiasi panas tersebut tidak diserap
seluruhnya oleh bumi. Sebagian radiasi dipantulkan oleh benda-benda yang berada
di permukaan bumi ke ruang angkasa. Radiasi panas yang dipantulkan kembali ke
ruang angkasa merupakan radiasi infra merah. Sebagian radiasi infra merah
tersebut dapat diserap oleh gas penyerap panas (disebut: gas rumah kaca). Gas
penyerap panas yang paling penting di atmosfer adalah H2O dan CO2.
Seperti kaca dalam rumah kaca, H2O dan CO2 tidak dapat menyerap seluruh
radiasi infra merah sehingga sebagian radiasi tersebut dipantulkan kembali ke
bumi. Keadaan inilah yang menyebabkan suhu di permukaan bumi meningkat atau
yang disebut dengan pemanasan global (global warning).
- Pertama
Bahwa efek gas rumah kaca, sudah mereka ( Negara maju ) ketahui tidak hanya
dalam dasa warsa belakangan ini, tapi sudah jauuuh dari dulu. Tapi anehnya baru
dasa warsa belakangan ini mereka gerah, bahkan berteriak keras tentang hal
tersebut. Dan menekan Negara-negara berkembang untuk segera mengurangi bahkan
menghentikan laju gas rumah kaca tersebut. Sedangkan sudah diketahui, Revolusi
Industri yang dilakukan Negara majulah penyumbang terbesar meningkatnya
konsentrasi gas CO2 dan sejenisnya dalam beberapa abad belakangan ini ! Ini
tidak beres.
- Kedua
Dilihat dari efek yang ditimbulkan (
perubahan iklim dan terjadinya banyak bencana alam ) sebenarnya negara
berkembanglah yang paling banyak terkena dampaknya dan menderita. Negara maju,
meski juga terkena, tapi tidaklah separah Negara-negara berkembang. Sebagai
Negara maju, yang notabene adalah kapitalis sejati, dan selalu berorientasi
pada factor ekonomi maka hal ini adalah ANEH !
Sedangkan “biasanya” jika Negara berkembang semakin menderita, semakin terbuka peluang Negara maju tersebut memberikan bantuan dan mencengkeramkan pengaruhnya. ( Meskipun bantuan yang diberikan sebenarnya “tidak terlalu banyak“. Contoh : keseluruhan bantuan Amerika ke semua Negara-negara di Afrika adalah 1,8 Milyar Dollar US setahun. Bandingkan, bantuan yang diberikan kepada hanya untuk “mitranya” Israel guna memperkuat pertahanan negaranya, juga = 1,8 Milyar Dollar US setahun ! ).
Sedangkan “biasanya” jika Negara berkembang semakin menderita, semakin terbuka peluang Negara maju tersebut memberikan bantuan dan mencengkeramkan pengaruhnya. ( Meskipun bantuan yang diberikan sebenarnya “tidak terlalu banyak“. Contoh : keseluruhan bantuan Amerika ke semua Negara-negara di Afrika adalah 1,8 Milyar Dollar US setahun. Bandingkan, bantuan yang diberikan kepada hanya untuk “mitranya” Israel guna memperkuat pertahanan negaranya, juga = 1,8 Milyar Dollar US setahun ! ).
Menjadi panas karna itu efek dari
rumah kaca tersebut.
1.Kriteria Presiden Insonesia
Dan berikut ini 12 kriteria Presiden Indonesia versi saya sendiri, saya berharap dengan ini dapat membantu untuk menemukan seorang pemimpin yang baik, penuh tanggung jawab, dan dapat membawa Indonesia berkibar lebih tinggi.
1. Bekerja Keras, dan Memiliki Tanggung Jawab yang Besar
Ini sudah menjadi suatu syarat mutlak bagi seorang Presiden. Bagaimana mungkin seseorang yang tidak memiliki tanggung jawab, dan kerja keras dapat memimpin suatu Negara ? Dan jika itu terjadi, bagaimanakah nasib Negara tersebut ?
Di Indonesia, para pemimpinnya kurang bekerja keras dan terkadang tidak mau bertanggung jawab. Itulah sebabnya, mengapa Indonesia kurang sukses, mengingat Negara kita ini adalah Negara yang sangat potensial.
2. Bisa Membentuk Kerjasama yang Sangat Baik dengan Semua
Tanpa adanya kerjasama,organisasi sekecil apapun tidak akan sanggup untuk berjalan, apalagi ini bukanlah organisasi biasa, ini adalah sebuah Negara. Oleh karena itu, setiap pemimpin Negara, dituntut untuk dapat bekerjasama dengan semua yang terlibat dalam pembentukan Negara tersebut, dan menjaga jangan sampai terjadi perpecahan.
Kerjasama ini juga bisa dilakukan dengan Negara lain, dengan catatan kerjasama tersebut tidak merugikan kedua pihak.
3. Bersedia Menjalankan Janji pada saat Kampanye
Janji adalah hutang, dan itu semua harus dibayar dengan sebuah upaya dan kerja keras. Seorang pemimpin pasti akan berusaha untuk memenuhi janjinya, meskipun janji tersebut belum bisa terselesaikan secara maksimal, tapi setidaknya ada usaha yang mengiringinya.
Namun itu semua jarang sekali terjadi di Indonesia, kebanyakan pemimpin tidak mau menjalankan Janji mereka. Mereka mejadi pemimpin semata-mata hanya untuk gengsi dan materi belaka.
4. Memaksimalkan Potensi yang Dimiliki oleh Negara Kita ini
Memang, ini mungkin akan sedikit sulit dilakukan di Indonesia, mengingat luas Negara kita yang sangat besar, sehingga menyulitkan untuk mengawasi seluruh wilayah Indonesia. Tapi itu bukan berarti tidak mungkin. Presiden Indonesia harus mampu memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki.
Bayangkan, Jika seluruh wilayah Indonesia ini sudah modern, pelosok negri tidak lagi tertinggal, dan peralatan komunikasi dan yang lainnya sudah tercukupi, serta jika seluruh rakyat Indonesia yang kini hampir berjumlah setengah milyar dapat menjadi orang yang berkecukupan, dan memiliki pekerjaan tetap. Mungkin Indonesia akan bisa menjadi kiblat baru perekonomian dunia, menjadi Negara Adidaya.
5. Mengutamakan Pendidikan yang Murah dan Bermutu
Memang sekarang telah digalakkan program wajib belajar 9 tahun dengan banyak sekolah yang tidak mengharapkan biaya sepeser pun. Namun itu semua tidak diikuti dengan kualitas pendidikan yang baik, dan infrastruktur sekolah yang memadai.
Jika memang kualitas pendidikan di Negara kita ini sudah baik, kenapa masih banyak anak-anak yang putus sekolah ? Kenapa anak-anak Indonesia kurang mampu bersaing di level Internasional ?
Ingat, pribadi, watak, serta kecerdasan seorang anak itu sudah ditentukan semenjak masih sangat belia. Jika saat usia mudia anak-anak Indonesia tidak dididik dengan baik, sangat kecil kemungkinan Bangsa Indonesia bisa maju.
6. Mengutamakan Kepentingan Umum, Jauh di atas Kepentingan Pribadi
Seorang Presiden harus mau peduli dengan nasib rakyatnya, mereka harus mencoba menjadi rakyat jelata, sehingga mereka bisa mengerti bagaimana rasanya hidup menjadi rakyat jelata, dan bagaimana kerasnya hidup ini.
Mungkin tidak ada Presiden yang awalnya terlahir sebagai rakyat biasa, dengan hidup yang pas-pas an, kalaupun ada itu sangat jarang. Dan biasanya mereka juga akan melupakan bagaimana hidup sebagai rakyat biasa ketika mereka telah diangkat menjadi Presiden.
Menjadi pemimpin yang baik harus dimulai dari tingkatan yang paling kecil, itu untuk memberi mereka pengalaman dan gambaran mengenai apa yang harus mereka lakukan untuk ke depannya.
7. Melindungi Berbagai Macam Flora dan Fauna yang Terancam Punah
Sekarang telah banyak dibuat UU tentang perlindungan hewan dan tumbuhan, tapi itu semua menurutku tidak berjalan maksimal. Masih banyak orang di luar sana yang bebas berkeliaran untuk memburu hewan-hewan tersebut, sehingga banyak yang mati dan akhirnya punah.
Sangat disayangkan memang jika semakin banyak lagi hewan maupun tumbuhan khas Indonesia yang punah. Jikalau mereka belum punah, ini bisa dibentuk semacam kebun binatang, sehingga menarik minat para wisatawan untuk berkunjung, dan itu bisa menambah devisa Negara.
8. Membangun Bangsa Indonesia yang Mandiri
Menurutku Negara kita masih banyak bergantung pada Negara lain, ini bisa dilihat dari banyaknya barang Import di Negara kita. Seperti mobil, alat komunikasi, bahkan terkadang beras pun Indonesia masih mengimport dari Negara tetangga, padahal kita terkenal sebagai Negara agraris.
Presiden yang saya harapkan harus mau mencoba membangun Bangsa Indonesia yang mandiri, mungkin bisa dengan cara mengirimkan sebagian penduduk Indonesia untuk menuntut ilmu di Negara yang lebih maju.
9. Peduli Terhadap Lingkungan
Apa jadinya jika Presiden kita tidak peduli terhadap lingkungan ? Tentunya Negara kita akan jadi semakin kotor. Indonesia sekarang ini bisa dikategorikan sebagai Negara dengan jumlah sampah terbanyak di dunia. Lihat saja, banyak sekali sungai-sungai di Indonesia yang permukaannya sudah tertutup oleh sampah, dan pemerintah kita tidak segera bertindak untuk mengatasinya.
Banyak orang mengatakan bahwa kepedulian terhadap lingkungan berawal dari kesadaran di sendiri. Itu memang benar, namun seorang Presiden harus bisa menjadi panutan dan menjadi yang menyadarkan bagi rakyatnya untuk peduli terhadap lingkungan sekitar.
10. Ikut Memberantas Korupsi
Bukan menjadi rahasia umum lagi, bahwa Indonesia adalah salah satu Negara dengan tingkat kasus korupsi terbanyak di dunia, dan yang lebih ironis, angka itu tidak semakin menurun, melainkan semakin naik.
Itu juga salah satu sebab bangsa Indonesia belum bisa menjadi bangsa yang maju, uang Negara dipakai untuk kepentingan pribadi, bagaimana Indonesia bisa menjadi Negara bisa jika keadaannya terus seperti ini ?
Ini adalah tugas yang sangat berat yang harus diemban oleh Presiden kita kelak, namun saya percaya, jika Presiden tersebut terus berusaha untuk mencoba, pasti akan berhasil.
11. Dapat Mengambil Keputusan dalam Keadaan yang Sesulit Apapun
Misalkan suatu ketika Indonesia dilanda oleh sebuah tragedy alam yang sangat dahsyat, Presiden Indonesia waktu itu harus dapat mengambil keputusan terbaik untuk kembali membuat bangsa Indonesia stabil, baik dari segi ekonomi,maupun yang lainnya.
Di dalam kasus di atas, kita dapat mencontoh otoritas pemerintahan Jepang. Saat mereka diterjang tsunami dahsyat, mereka tidak terlalu mengharapkan uluran tangan dari para dermawan, mereka mencoba untuk bangkit senditi. Dan itu semua dimulai dari pemimpin mereka.
12. Takwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa
Kunci dari kritera-kriteria yang saya sebutkan di atas sebelumnya ada pada kriteria yang ini, yaitu Takwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa. Seorang manusia tidak akan bisa berguna tanpa bantuan-Nya, dan semua tenaga serta pikiran kita juga berasal dari Tuhan. Oleh karena itu, kita harus rajin beribadah dan bersyukur, agar kelak kepemimpinan kita diridhai oleh Tuhan.
Hanya ini menurut saya kriteria untuk presiden Indonesia di masa depan. Semoga dapat berguna untuk menemukan orang tersebut, dan dapat membawa Indonesia menjadi Negara yang maju dan sukses.
2. Tiga Presiden Terdahulu beserta kelebihan dan kekuranganya
BJ.Habibie: Kelibihannya mampu membuat pesawat khusus Indonesia tapi kekurangannya banyak Pemerintahan yang berantakan
Megawati SP: Kepemimpinan yang bagus tapi malah menjual aset-aset Indonesia
Soeharto: Perkembangan yang bagus untuk kemajuan bangsa tapi banyak menghutang terhadap negara lain
3. Dua Biografi Calon
Presiden
1. Prabowo Subianto
Nama : Prabowo Subianto
Lahir : Jakarta, 17 Oktober 1951
Agama : Islam
Pendidikan:SMA: American School In
London, U.K. (1969); Akabri Darat Magelang (1970-1974); Sekolah Staf Dan
Komando TNI-AD
Kursus/Pelatihan: Kursus Dasar
Kecabangan Infanteri (1974); Kursus Para Komando (1975); Jump Master (1977);
Kursus Perwira Penyelidik (1977); Free Fall (1981)
Counter Terorist Course Gsg-9
Germany (1981); Special Forces Officer Course, Ft. Benning U.S.A. (1981)
Jabatan: Komandan Jenderal Komando
Pasukan Khusus (1996-1998); Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan
Darat (1998); Komandan Sekolah Staf Dan Komando ABRI (1998)
Jabatan Sekarang: Ketua Umum HKTI
periode 2010-2015; Ketua Umum HKTI periode 2008-2013; Ketua Umum Pengurus Besar
Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) periode 2007-2011; Komisaris Perusahaan
Migas Karazanbasmunai di Kazakhstan; Komisaris Utama PT Tidar Kerinci Agung
(Perusahaan Produksi Minyak Kelapa Sawit), Jakarta, Indonesia; Presiden Dan Ceo
PT Nusantara Energy (Migas, Pertambangan, Pertanian, Kehutanan Dan Pulp)
Jakarta, Indonesia; Presiden Dan Ceo PT Nusantara Energy (Migas, Pertambangan,
Pertanian, Kehutanan Dan Pulp) Jakarta, Indonesia; Presiden Dan Ceo PT Jaladri
Nusantara (Perusahaan Perikanan) Jakarta, Indonesia.
Jokowi
Profil Jokowi
Nama Lengkap: Ir. Joko Widodo
Nama Populer: Jokowi
Tanggal dan Tempat Lahir: 21 Juni
1961, Surakarta (Solo), Jawa Tengah, Indonesia
Agama: Islam
Hobi: Musik Rock
Riwayat Pendidikan: SDN 111
Tirtoyoso Solo; SMPN 1 Solo; MAN 6 Solo; Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta
lulusan 1985 S1 Universitas Gadjah Mada
Pekerjaan: Gubernur DKI
Partai: PDI perjuangan





