Selasa, 28 April 2015

tugas kesmen 2






Hubungan Antara Kesehatan Mental dengan Kecerdasan Emosinal
Oleh, Najib Sulistio

Manusia merupakan bentuk ciptaan paling sempurna yang ditandai dengan diberikan sebuah akal pikiran yang dikoordinasikan secara sempurna oleh sebuah organ yang disebut otak. Didalam otak itu sendiri terdapat bagian-bagian yang secara fungsional bekerja sama untuk menjalankan tugas sebagai ‘pusat pengendalian tubuh manusia.
Seperti yang sudah saya pelajari sebelumnya, bahwa otak memiliki 3 serangkai yaitu: R-Complex, Lymbic System, dan Neocortex. Setiap bagian mempunyai tugasnya masing-masing, namun saya akan menjelaskan bagian Neocortex karena bagian nilah yang berhubungan dengan pembahasan Hubungan Antara Kesehatan Mental Dengan Kecerdasan Emosional. Neocortex disebut juga otak berpikir karena segala aktivitas berpikir seperti nalar,pembicaraan, tingkat kecerdasan diolah di bagian ini.
Kecerdasan Emosi (EQ) merupakan kemampuan tiap individu dalam menguasai dirinya sendiri, terlebih saat ditempatkan pada kondisi tertentu. Menentukan bagaimana seseorang dalam menyikapi sesuatu. Adapun yang mencakup EQ adalah: self awareness (kepekaan diri), self acceptance (penerimaan diri), self respect (menghargai diri), yang bisa disebut juga dengan ‘pusat mental manusia’. Artinya, kecerdasan emosional sangat berkaitan dengan kesehatan mental yang keduanya sama-sama dikendalikan oleh tiga serangkai otak. Apabila seseorang memiliki kecerdasan emosional yang bagus, dalam artian memiliki EQ yang mampu menyesuaikan dengan lingkungan sekitar secara baik maka secara otomatis kesehatan mentalnya pun bisa dikatakan baik. Namun sebaliknya, apabila bagian otak neocortex yang mengatur kecerdasan emosional mengalami gangguan, akan mengakibatkan EQ seseorang pun menurun performanya, sehingga kesehatan mentalnya pun akan mengalami penurunan kualitas.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kesehatan mental dengan kecerdasan emosional memiliki keterkaitan satu sama lain,  Artinya semakin tinggi kecerdasan emosi siswa maka akan semakin tinggi pula kesehatan mental siswa, hal ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosi berbanding lurus dengan kesehatan mental siswa.





tugas kesehatan mental



Fenomena Depresi
teori/penyebab dan analisis
Depresi adalah suatu kondisi yang lebih dari suatu keadaan sedih, bila kondisi depresi seseorang sampai menyebabkan terganggunya aktivitas social sehari-harinya maka hal itu disebut sebagai suatu gangguan depresi. Ada beberapa gejala gangguan depresi yaitu perasaan sedih,rasa lelah yang berlebihan setelah aktivitas rutin yang biasa,hilang minat dan semangat,malas beraktivitas,dan gangguan pola tidur seperti tidur terlalu larut ataupun susah tidur. Ternyata depresi merupakan salah satu penyebab utama kejadian bunuh diri. Akibat depresi yang berkepanjangan dan tidak dapat mengatasinya, jalan terakhir yang dipilih oleh penderitanya adalah bunuh diri. Dengan bunuh diri si orang tersebut beranggapan bahwamasalahnya akan selesai .
Apabila kita telusuri latar belakang individu yang menderita depresi ialah salah satunya dari masalah pribadi,seperti masalah dengan keluarga,teman,lingkungan, tempat kerja ,masalah dengan dirinya sendiri yang kurang merasa percaya diri dengan kemampuan mereka , ditambah lagi lingkungan sekitar mereka menuntut mereka untuk melakukan hal yang menurut mereka tidk bisa mereka lakukan ,yang hasilnya mereka menyelahkan diri mereka sendiri yang tidak mampu mewujudkannya.
Dilihat dari fenomena yang terjadi diatas dapat kita artikan bahwa depersi merupakan salah satu dari gangguan afektif, dimana gangguan ini terjadi pada afeksi(emosi) atau mood (suasana hati) seseorang.
·         Teori depresi
Menurut Bandura bahwa depresi adalah disfungsi yang dapat terjadi dalam salah satu dari tiga subfungsi regulasi diri .
a)      Observasi diri, dimana orang dapat salah dalam menilai performa mereka sendiri.
b)      Proses penilaian, dimana orang-oang depresi lebih mungkin melakukan penilaian yang salah.
c)      Reaksi diri, reaksi diri orang-orang depresi cukup berbeda dari mereka yang tidak depresi.
v  Penyebab depresi
1.      Kurang berfikir positif
2.      Kurang percaya diri
3.      Lebih memperhatikan kesalahan diri
4.      Merasa tertekan dalam berbagai hal
5.      Merasa lemah
6.      Hilangnya harga diri pada seseorang yang mengalami depresi.